20160810_110443ADAKITANEWS, Kediri – Dua aktivis posko perjuangan anti korupsi (AP2AK) menjalani pemeriksaan di Kejari Ngasem sebagai pelapor dugaan tindak pidana korupsi oleh anggota TP3 Kediri periode 2014 – 2016 yang terdiri dari; Sutrisno Ketua TP3, Eko Ediyono Sekretaris, Mas’ud Said Anggota Bidang SDM, Politik dan Pemerintahan, Ibnu Gunawan Anggota Bidang Kesra, Kemasyarakatan dan Ekonomi, Moch. Arifin Anggota Bidang Hukum. Saat pemeriksaan berlangsung, Agustianto mengakui banyak pertanyaan dari pihak Kejari Ngasem terkait data – data yang dibawanya saat proses pemeriksaan. Namun anehnya, pihak Kejari Ngasem masih menutupi hasil pemeriksaan kepada dua pelapor tersebut.

Pantauan adakitanews.com, pemeriksaan kepada Khoirul Anam dan Agustianto dilakukan di ruang Kasi Intelejen Kejari Ngasem pada pukul 08.30 – 10.30 WIB. Saat pemeriksaan berlangsung, pertanyaan dari Akhmad Heru Prasetyo Kasi Intelejen dan Novan Sofyan hanya seputar permasalahan TP3 Kabupaten Kediri.

“Pertanyaan dari Kejari hanya seputar masalah data – data TP3 yang kami miliki,” ungkap Agustianto.

Menurutnya, saat pemeriksaan berlangsung antara pelapor dengan pihak Kejari Ngasem banyak pertanyaan seputar kinerja dan dasar hukum pembentukan TP3 Kabupaten Kediri. Ia menambahkan, honorarium anggota TP3 Kediri yang dipostkan pada anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kediri sudah menyalahi pasal 54 Peraturan Pemerintah No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasalnya, TP3 Kediri tidak masuk pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Hemat kami, adanya TP3 Kediri tetap harus dipermasalahkan,” terangnya.

Sementara, Akhmad Heru Prasetyo Kasi Intelejen Kejari Ngasem menuturkan, tidak ada perdebatan panjang saat proses pemeriksaan kepada dua pelapor. Menurutnya, sejauh ini Kejari Ngasem hanya melakukan pengumpulan barang bukti dari pelapor terkait dugaan korupsi TP3 Kediri.

“Saya tidak bisa komentar panjang terkait TP3, karena  takut menyebabkan kegaduhan diluar,” urainya. (blot)

Keterangan Gambar: Agustianto saat menunjukkan bukti penganggaran TP3 Kediri. (foto: iwan fahmi)