ADAKITANEWS, Blitar – Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, jumlah depo air minum di wilayahnya saat ini ada sekitar 52 perusahaan. Sementara sejak awal tahun, baru ada 2 pengajuan izin terkait pendirian depo tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wiwin Dwi Suanjari selaku Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Menurutnya, jumlah perusahaan depo air minum itu sudah tersebar di seluruh Kabupaten Blitar. “Ada sekitar 52 perusahaan yang masih aktif. Namun diperkirakan juga ada yang sudah tidak aktif lagi atau mati, yang belum terdeteksi,” kata Wiwin, Jumat (31/03) siang.

Wiwin mengungkapkan, dari jumlah data tersebut, belum ada tambahan untuk perusahaan depo air minum. “Tiga bulan ini ada 2 pengajuan izin depo air minum,” ungkapnya.

Wiwin menjelaskan, proses pengurusan izin depo air minum ini adalah dengan cara pemeriksaan air untuk pengecekan. Dan proses itu sendiri memang membutuhkan waktu yang cukup lama. “Ya karena usaha ini berhubungan dengan air yang rawan dengan penyebaran bakteri. Jadi proses labnya juga lama,” jelas Wiwin.

Wiwin menambahkan, memang di wilayah Kabupaten Blitar masih banyak ditemukan usaha depo air minum yang mati, sehingga ia meminta agar pemilik usaha segera mengurus izin lagi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. “Ya memang banyak yang mati juga. Tetapi jika ingin mengaktifkannya kembali, ya prosesnya sama seperti pengajuan izin awal,” pungkasnya.(blt2)

Keterangan gambar: Wiwin Dwi Suanjari, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)