width=

LPG-2ADAKITANEWS, Madiun – Pertamina Marketing Operation Region V memberikan tambahan untuk stok LPG khususnya yang berukuran 3 kilogram di eks Karesidenan Madiun yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan. Penambahan ini guna mengantisipasi peningkatan permintaan LPG saat bulan Ramadhan hingga setelah hari raya idul fitri.

Demikian disampaikan Area Manager Communication & Relation, Heppy Wulansari dalam siaran persnya, Selasa (14/06). Ia mengatakan, untuk puasa dan Lebaran berdasarkan realisasi konsumsi masa tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan masyarakat akan produk LPG khususnya LPG 3 kilogram bersubsidi dipastikan mengalami peningkatan, karena itu Pertamina melakukan antisipasi dengan melakukan penambahan pasokan LPG 3 kilogram bersubsidi.

“Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik pada masa-masa ini, karena kebutuhan rumah tangga seperti memasak tinggi di awal bulan puasa hingga jelang lebaran dan pasca lebaran. Maka, alokasi LPG 3 kilogram akan ditambahkan 5,5 persen dari rata-rata pasokan normal sekitar 2.002.470 tabung per bulan,” jelas Heppy.

Heppy menambahkan, penyaluran LPG tersebut akan dilakukan secara bertahap sejak awal Juni lalu dan akan terus dilakukan hingga jelang dan pasca Lebaran. “Penambahan sudah dilakukan mulai awal Juni, kami akan terus lakukan secara bertahap untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan dengan harapan masyarakat tidak kekurangan pasokan LPG 3 kilogram,” ujarnya

Pertamina juga memastikan harga jual LPG 3 kilogram bersubsidi di lembaga penyalur resmi Pertamina seperti pangkalan LPG resmi sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di seluruh Jawa Timur yaitu Rp 16.000/tabung. Masyarakat dapat melaporkan kepada Contact Pertamina di nomor 1500-000 atau melalui SMS di 08159500000 dan email dipcc@pertamina.com jika menemukan indikasi penyimpangan pada distribusi LPG bersubsidi.

”Kami berharap ada peran aktif masyarakat dengan melaporkan kepada kami melalui Contact Pertamina, jika menemukan penyimpangan pada distribusi LPG termasuk harga yang tidak sesuai HET di lembaga penyalur resmi Pertamina. Untuk harga di pengecer tentu di luar kewenangan Pertamina,” ujar Heppy.(Uk)

Keterangan Gambar : Selama Ramadan dan Lebaran, PT Pertamina Jatim menambah pasokan LPG 3 kg sebesar 5,5 persen dari pasokan normal. (Foto: Agoes Basoeki)