ADAKITANEWS, Sidoarjo – Masih dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, beberapa wartawan yang tergabung dalam Wartawan Jaringan Hukum (Wajah) Sidoarjo bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sidoarjo, Budi Handaka, melakukan ziarah ke makam Bupati Pertama serta para tokoh ulama sesepuh di Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan bertajuk Safari Religi ini dilaksanakan untuk menambah pengetahuan tentang sejarah dan kisah dari para sesepuh serta tokoh ulama kondang di Sidoarjo. “Acara safari religi dengan ziarah ke makam tokoh di Sidoarjo ini dalam rangka hari pers,” kata Nanang Ichwan, Ketua Pokja Wajah Sidoarjo, Rabu (21/02).

Dengan menggunakan motor, rombongan menuju ke lokasi pertama yaitu makam Raden Adipati Tjondronegoro, Bupati Sidoarjo tahun 1882 – 1906. Raden Adipati Tjondronegoro merupakan Bupati Sidoarjo pertama dan wafat pada tahun 1906, serta pendiri Masjid Agung Sidoarjo.‎

Dari makam Bupati Pertama, perjalanan dilanjutkan ke makam Mbah Syamsuddin yang terletak di Desa Daleman. Mbah Syamsuddin merupakan seorang keturunan arab yang pernah ditawari untuk menjadi menantu Adipati Tjondronegoro karena berhasil menemukan cincin putri Adipati yang hilang saat mandi di air sumber alun-alun yang disayembarakan.‎

Namun, dia menolak dijadikan mantu Adipati. Dia hanya meminta dibangunkan sesuatu yang mengisyaratkan antara lain seperti “Tetenger jalan lurus” yang berupa masjid, “belok kanan belum tentu benar”, yang berupa rumah sakit (sekarang gedung DPRD,red), “jalan belok kiri belum tentu salah” yang berupa penjara.

Berikutnya rombongan menuju ke makam Mbah Ahmad Maulana bin Muhammad al Maghribi di Desa Celep Kecamatan Sidoarjo Kota. Mbah Maulana sendiri merupakan ulama pengembara yang dikisahkan merupakan orang dahulu mbabat tanah wilayah pesisir pantai Sidoarjo.

Ketika memutuskan menetap di Desa Celep, dengan sebutan Celep Tunjungan, kala itu lokasi yang dijadikan makam tersebut masih merupakan pesisir pantai. Namun berjalannya waktu wilayah tersebut sekarang menjadi daratan pemukiman yang padat penduduk.‎

Kunjungan terakhir rombongan wartawan dan Kajari, adalah menuju ke makam KH Ali Mas’ud bin Said bin Zarkasi, atau yang terkenal dengan persarean Mbah Ud di Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran. Dalam cerita sejarahnya, Mbah Ud dikenal sebagai Menteri Keuangan para Wali yang memiliki kelebihan sejak kecil mengenai agama Islam serta makna keikhlasan yang tinggi.‎

Safari religi dengan ziarah ke makam para leluhur Kota Delta ini adalah untuk mengingat dan meneladani keempat tokoh tersebut. “Kami ingin meneladani keempat tokoh ini. Mereka adalah orang orang hebat di Kabupaten Sidoarjo” sambung Nanang Ichwan.‎

Nanang menegaskan, sepatutnya para wartawan melakukan refleksi atas nilai-nilai perjuangan para tokoh tersebut. Dengan mengingat, nantinya bisa meneruskan perjuangan mereka.

“Yang paling penting, bagaimana kita bisa meneruskan kontribusi pengabdian beliau saat ini,” jelasnya.‎

Sementara itu, Kajari Sidoarjo, Budi Handaka yang didampingi anak pertamanya Kevin, menuturkan jika kegiatan safari religi seperti ini juga penting untuk meneladani makna-makna yang tersirat, dan yang sudah terbukti hasil dari tujuan hidupnya, serta mengingat kehidupan pasti ada kematian.

“Dengan ziarah ke makam para tokoh ulama ini maka kita akan mengingat mati, maka pada saat hidup mari berbuat yang baik-baik dan meneladani sifat serta sikap keempat tokoh ini,” tuturnya.‎

Mantan Aspidum Kejati NTT ini berharap kegiatan safari religi ini bisa menjadi refleksi atas nilai-nilai perjuangan para tokoh tersebut.(sid3)

Keterangan gambar : Para jurnalis Pokja WAJAH Sidoarjo, beserta Kajari Sidoarjo, Budi Handaka.(foto: andri santoso)