ADAKITANEWS, Sidoarjo – Hari-hari Wuliyono kini terpakasa harus dihabiskan di tempat tidur rumahnya, yang kondisinya juga tidak layak huni.

Sejak sepuluh hari yang lalu, warga Dusun Tambak Tengah RT 2/RW 4 Desa Tambak Kemerakan Kecamatan Krian ini didiagnosis mengidap penyakit abses colli.

“Awalnya saya merasa sakit di bagian rahang dan leher belakang sekitar satu bulan yang lalu. Namun saya tidak menghiraukannya. Saya pikir hanya sariawan biasa,” katanya, Minggu (05/10).

Meski dalam kondisi sakit, namun pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang becak ini memilih bekerja serabutan untuk membayar biaya sekolah keempat anaknya.

“Setiap pulang narik becak, saya juga nerima kerjaan memotong kayu. Karena cuacanya panas, saya sering minum es yang manis-manis. Padahal saya memiliki penyakit diabetes,” ujarnya.

Suami dari Kalimah, 46, ini akhirnya tumbang dan tidak bisa berjalan. Ia hanya bisa terbaring lemah di rumah kontrakan milik Zamanhuri, warga Legundi, yang ia sewa seharga Rp 750 ribu per tahun.

“Baru beberapa hari kemarin saya ditolong oleh tetangga dibawa ke Puskesmas lalu ke RSUD Sidoarjo. Saya diberi Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari pihak desa. Kemarin Pak Lurah dan Bu Camat datang kemari untuk melihat kondisi saya. Bu Camat bilang kalau rumah saya tidak bisa direnovasi karena statusnya mengontrak. Ya sudah tidak apa-apa. Saat ini saya hanya ingin penyakit saya bisa sembuh. Biar bisa bekerja lagi untuk menafkahi anak-anak,” imbuhnya.

Sementara itu, tetangga Wuliyono, Badriyah, 38, mengaku kalau dirinya merasa iba melihat kondisi tetangganya itu. “Saat itu untungnya, cepat dibawa ke dokter. Saya bawa ke Puskesmas, katanya tumor ganas stadium 3. Tapi ketika dibawa ke RSUD Sidoarjo, dokter bilang ini bukan penyakit tumor ganas tapi sejenis penyakit cairan yang ada nanahnya. Dokter bilang penyebabnya karena pasien kurang menjaga kebersihan,” jelasnya.

Terpisah, Camat Krian, Agustin Iriani mengatakan pihaknya sudah meminta rujukan dengan Puskesmas Krian untuk minta rujukan. “Dan Sudah dapat rujukan diarahkan ke Poli Bedah RSUD Sidoarjo. Senin pagi tadi sudah kita rujuk ke sana,” katanya, Senin (06/11).

Saat ditanya, terkait aturan rehab rumah layak huni harus rumah sendiri, dibenarkan oleh Agustin. “Aturannya memang harus rumah sendiri bukan rumah kontrakan,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Wuliyono ditemani istrinya, Kalimah.(foto: mus purmadani)