ADAKITANEWS, Blitar – Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi difteri di Kabupaten Blitar sudah berjalan sekitar 15 hari. Berdasarkan data yang ada dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, capaian imunisasi difteri baru mencapai 43 persen dari jumlah total sasaran anak usia 1-19 tahun, yakni 303.772 sasaran.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, imunisasi ini merupakan salah satu pencapaian program ORI guna mencegah penyebaran penyakit difteri. Menurutnya, pelaksanan imunisasi difteri sudah menyeluruh di Kabupaten Blitar.

“Pelaksanaannya sudah ke semua puskesmas, dan hampir semua sekolah secara bertahap juga sudah kita lakukan imunisasi difteri,” kata Krisna, Kamis (22/02).

Lebih lanjut Krisna menjelaskan, dengan jumlah sasaran imuniasi difteri yang mencapai 303 ribu lebih, kemungkinan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imuniasi (KIPI) juga cukup besar. Ia pun menyebut, KIPI yang dilaporkan hanya KIPI ringan seperti demam, flu, serta mual yang tidak perlu mendapatkan perawatan rujukan rawat inap di puskesmas atau rumah sakit.

“Sampai saat ini untuk KIPI yang harus menjalani rawat inap hanya satu orang, yakni warga Kecamatan Sutojayan. Namun sesudah dirawat di rumah sakit selama 3 hari, sudah dinyatakan sembuh,” pungkasnya.

Krisna menuturkan, petugas di masing-masing puskemas akan terus berkomunikasi untuk menangani KIPI yang dialami beberapa sasaran agar dapat segera diobati. Menurut Krisna, dalam pelaksanaan Imunisasi efek samping pasca Imunisasi merupakan hal yang biasa. Pihaknya sudah membentuk tim penanggulangan dan penanganan KIPI di masing-masing wilayah.

“Tentu kalau untuk biaya perawatan atau obat pasien dengan KIPI sepenuhnya ditanggung Pemerintah. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin, agar kendala yang dihadapi selama ini bisa tertangani dengan baik,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Proses Imunisasi Difteri di salah satu SD di Kabupaten Blitar.(foto : fathan)