width=

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Satu program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dilaksanakan bulan Agustus dan September 2017 ini adalah pelaksanaan Imunisasi Measles Rubella (MR), untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Kegiatan tersebut, dilaunching secara langsung oleh Walikota Blitar, M Samanhudi Anwar, di Taman Kota Kebonrojo Blitar, Selasa (01/08).

Walikota mengatakan, kegiatan ini sebagai tanda dimulainya imunisasi untuk warga Kota Blitar yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Namun demikian, ia menyarankan Dinas Kesehatan untuk melakukan imunisasi di sekolah-sekolah secara langsung. Artinya, mereka harus siap melakukan jemput bola.

“Jadi untuk anak usia sekolah, Dinkes harus turun ke sekolah langsung. Tapi untuk yang masih belum sekolah bisa dilakukan di posyandu,” kata Walikota, Selasa (01/08) pagi.

Jika dilakukan dengan jemput bola, Walikota pun mempertanyakan kesiapan dari Dinkes dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM). Karena menurutnya, akan dibutuhkan SDM yang sangat banyak. Sementara diketahui di Kota Blitar, ada 43.873 anak yang wajib diberi imunisasi cacar dan rubella ini. Pemkot menargetkan, imunisasi ini dapat terselesaikan dalam waktu dua bulan ke depan.

“Tidak hanya warga Kota Blitar, bagi warga dari luar Kota Blitar yang menuntut ilmu di Kota Blitar pun juga akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menerima imunisasi cacar dan rubella. Inikan program Pemerintah Pusat, jadi wajib bagi semuanya tanpa membeda-bedakan asal usulnya,” tegas Samanhudi

Dalam kesempatan itu Samanhudi juga menjelaskan alasan agar imunisasi ini bisa dilakukan di posyandu dan sekolah-sekolah yang ada di Kota Blitar. Menurutnya, jika dilakukan di kantor kelurahan, masih ada potensi bagi anak yang tidak terimunisasi, apalagi jika imunisasi dilakukan di sore hari, sedangkan untuk pagi hari anak-anak di Kota Blitar masih belajar di sekolah masing-masing.

“Untuk mendukung selesainya program ini, kita akan minta bantuan pada tenaga medis yang ada di rumah sakit-rumah sakit yang ada, bahkan tidak menutup kemungkinan mahasiswa tingkat akhir di program studi keperawatan dan kebidanan yang ada di Kota Blitar untuk terlibat,” imbuhnya.

Sementara itu, dr Ngesti Utomo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar mengatakan, untuk menyelesaikan program ini di Kota Blitar ada 70 tenaga medis. Pihaknya juga meminta peran aktif dari 825 kader-kader posyandu dan 15 supervisior di Kota Blitar.

Ia mengaku bersyukur, Kota Blitar yang terdiri dari tiga kecamatan tidak memiliki luas yang berjauhan, sehingga lebih memudahkan bagi pihaknya untuk menjalankan program imunisasi ini. “Kalau luas wilayahnya jauh-jauh, tentunya akan menyulitkan, beruntung Kota Blitar dapat dijangkau dalam waktu singkat,” ungkapnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Samanhudi Anwar, Walikota Blitar saat melaunching program imunisasi MR.(foto : fathan)