Istri Diduga Selingkuh, Suami Bunuh Diri

168

Kediri(adakitanews.com)—Perrnikahan adalah suatu hal yang sangat sakral. Semua manusia ingin mempunyai pasangan dan ingin membina rumah tanggga. Pasangan suami istri ini tentunya ingin hidup bahagia dan tentram.

Tapi tidak bagi pasangan suami istri, Ali Rohmatul As’at (39) dan Siti Munawaroh (38), warga Desa Tengger Kidul Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Semenjak sang istri diduga berselingkuh kehidupan rumah tanggganya tidak tenang. Mereka sering bertengkar dan cekcok.

Hingga pada akhirnya, Ali Rohmatul As’at mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri menggantung di tiang rumahnya menggunakan seutas tali warna merah biru.

Kejadian naas itu diketahui pertama kali oleh sang anak Dani Firmansyah (12), Jumat (4/10/2019), pagi sekitar pukul 04.30 WIB.

“Sebelumnya saksi dan korban tidur bersama. Saat saksi terbangun sudah mengetahui korban meninggal dunia menggantung di tiang rumah, ” tutur Kapolsek Pagu AKP Ismu Kamdaris melalui Kasi Humas Polsek Pagu Bripka Erwan Subagyo.

Mengetahui sang ayah meninggal dunia saksi memberitahu sang ibu yang sedang berada dirumah orang tuanya. Karena korban dan istrinya tidak satu rumah.

Sang istri bersama mertuanya langsung ke rumah korban. Sementara itu warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

“Kami langsung menuju ke lokasi kejadian, ” terang Kasi Humas.

Petugas Polsek Pagu, tim identifikasi Polres Kediri dan dokter Puskesmas setempat melakukan pemeriksaan di tubuh korban. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda yang mengarah penganiayaan ditubuh korban.

“Hasil dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka bekas tanda-tanda penganiayaan ditubuh korban. Korban murni bunuh diri, ” jelas Bripka Erwan.

Sementara itu, dari hasil keterangan beberapa saksi. Korban mengalami depresi karena sebelum kejadian gantung diri, korban dan istrinya sering bertengkar.

Permasalahannya, istri korban diketahui selingkuh. Bahkan permasalahan tersebut sudah pernah diaelesaikan di pemerintahan desa namun istri korban tetap melakukan perselingkuhan.

“Korban mengalami depresi diduga penyebabnya istri korban selingkuh. Semenjak ada permasalahan itu korban menjadi pendiam dan sering murung,” ungkap Kasi Humas.

Sementara itu, kesepakatan dari keluarga korban bahwa telah menerima atas kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarga korban tidak bersedia korban dilakukan otopsi dan keluarga korban bersedia membuat surat pernyataan.(art).