ADAKITANEWS, Jombang – Diduga memiliki masalah ekonomi dan asmara, seorang istri dari Pimpinan Pondok Pesantren di Surabaya nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan mengajak ketiga anaknya yang masih berusia balita.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan, aksi nekat tersebut dilakukan oleh Evi Suliastin Agustin, 26, warga Dusun/Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Aksi nekad yang dilakukan Evi Suliastin tersebut dengan mengajak ketiga anaknya yakni Sayid Mohammad Syaiful Alfaqih, 7, dan Bara Viadinanda Umi Ayu Quraini, 4, serta Umi Fauziah yang baru berumur 4 bulan.

“Kejadian diduga sekitar pukul 21.00 WIB. Salah seorang warga dengan anaknya tiga orang, yang pertama laki-laki usia 7 tahun, yang kedua usia 4 tahun perempuan dan yang ketiga masih balita umur 4 bulan. Itu ditemukan dan ditolong oleh warga dalam kondisi anaknya sudah meninggal dunia di dalam kamar mandi. Yang menemukan pertama adalah adik kandung korban beserta salah seorang warga,” ungkap Kapolres Jombang saat diwawancarai Tim Adakitanews.com, Selasa (16/01).

Meninggalnya ketiga anak korban tersebut, menurut AKBP Agung Marlianto diduga diakibatkan obat serangga cair yang diminumkan kepada ketiga anak korban. Hal tersebut diindikasikan oleh adanya temuan botol obat serangga cair yang berada di dalam kamar mandi di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita indikasikan kita temukan dalam kondisi anak meninggal dunia dalam kamar mandi, itu ditemukan botol obat anti serangga cair dengan kondisi habis tinggal seperlimanya. Diasumsikan bahwa itu digunakan oleh yang bersangkutan secara berturut-turut diminumkan ke anaknya kemudian meninggal dunia, selanjutnya si ibu itu menenggak racun tersebut. Karena tertolong, si ibu tidak meninggal dunia,” jelas Kapolres Jombang.

Sementara, Kapolres Jombang menyebutkan bahwa suami dari korban percobaan bunuh diri (Evi Suliastin, red) merupakan Pimpinan Ponpes di Surabaya. Disinyalir, lanjut Kapolres, bahwa kejadian tersebut dipicu oleh permasalah rumah tangga.

“Si ibu ini memiliki suami yang berdomisili di Surabaya tidak pernah berkunjung ke rumah tempat TKP tersebut sehingga ada kekecewaan. Dan kita pelajari dari alat komunikasi yang ada, pengakuan dari sang suami ini dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini hubungannya agak renggang. Ditambah dalam kurun waktu beberapa bulan ini, ibu ini adalah istri kedua, untuk istri pertama sudah cerai. Dan sang suami ini juga memutuskan menikah lagi dengan salah warga di Nganjuk. Inilah yang mungkin menjadi pemicu bagi ibu ini untuk melakukan hal tersebut,” tandas AKBP Agung Marlianto.

Untuk diketahui, korban percobaan bunuh diri yang mengakibatkan 3 korban meninggal dunia itu, saat ini sedang berada di RSUD Jombang dengan pantauan dari tim kesehatan dan kejiwaan.(ar)

Keterangan gambar: Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto saat menunjukkan foto korban.(foto:adi rosul)