Kediri(adakitanews.com)—Warga Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri sempat digegerkan dengan isu kejadian penculikan anak di wilayah tersebut. Kabar tersebut disanggah oleh Kapolsek Puncu AKP Bowo Wicaksono.

“Isu yang beredar di masyarakat melalui pesan singkat dan media sosial (medsos) tidak benar. Bukan penculikan anak,” jelas AKP Bowo, Senin (4/5/2020).

AKP Bowo menerangkan awal mula kejadian tersebut. Mulanya ada empat orang dari Surabaya datang ke Dusun Tanggungmulyo Desa Wonorejo Kecamatan Puncu.

Tiba di lokasi mereka menolak untuk melakukan isolasi dan terjadi cek-cok dengan warga sekitar. Maksud warga meminta mereka isolasi mandiri, mengingat kondisi dan situasi saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19.

Warga merasa khawatir jika keempat orang tersebut tidak melakukan isolasi terlebih dahulu. “Kondisinya sekarang kan seperti ini, jadi warga lebih was-was. Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang datang ke lokasi segera melakukan koordinasi dan mengimbau mereka kembali ke tempat asal, alias kembali ke Surabaya,” terang Kapolsek Puncu.

Lanjut dikatakan AKP Bowo, keempat orang dan warga serta Kepala Desa setempat kemudian melakukan mediasi di Polsek Puncu. “Setelah kami lakukan mediasi, keempat orang tersebut bersedia untuk kembali Surabaya,” tandasnya.(gar).