ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kegiatan I’tikaf atau berdiam diri di masjid saat malam hari menjadi rutinitas umat Islam, khususnya ketika bulan Ramadan. Salah satunya di Masjid Agung Sidoarjo. Umat muslim yang datang tidak hanya sekedar melaksanakan ibadah salat sunah saja, banyak diantaranya yang melanjutkan waktu malam dengan membaca alquran dan berzikir, sambil menunggu waktu sahur datang.

Setiap malam tanggal ganjil, terutama pada 10 hari terakhir di bulan puasa, ratusan muslim memadati setiap sudut masjid. Ada yang sedang khusyuk mengerjakan salat sunah, ada yang duduk santai sambil terus berzikir di malam penuh berkah.

Keramaian Masjid Agung Sidoarjo saat rutinitas I’tikaf mulai tampak sekitar pukul 00.30 WIB. Jamaah ada yang datang secara perorangan, ada pula yang datang dengan rombongan. Rata-rata, jamaah datang hanya untuk menggelar salat sunah. Meski ada juga yang terus melanjutkan aktivitas ibadah.

Seperti 2 pemuda asal Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo, Wawan dan Fadil. Mereka sengaja datang ke Masjid Agung untuk sekedar beri’tikaf kemudian melanjutkan aktivitas mencari santapan sahur dan kembali ke masjid untuk melaksanakan salat subuh. “Tadi datang jam 12-an. Nanti rencananya cari makan sahur dulu, lalu jamaah subuh di sini sekalian,” ujar Wawan saat ditemui Tim Adakitanews.com di serambi masjid agung, Kamis (30/06).

Wawan dan Fadil sengaja beri’tikaf di Masjid Agung untuk mencari suasana baru. Selain ramai, untuk mencari hidangan sahur juga terbilang cukup mudah, lantaran masih banyak pedagang makanan di sekitar alun-alun Sidoarjo. “Memang sengaja I’tikaf di sini. Soalnya ramai. Sekalian gampang cari makan sahurnya,” imbuh mereka.

Fadil yang masih berstatus pelajar kelas 3 tersebut mengatakan, beri’tikaf selain ingin memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, mereka juga ingin merengungi segala kesalahan yang selama ini diperbuat dan berdoa agar Ramadan tahun ini memberikan pencerahan bagi kehidupan mereka untuk lebih baik lagi. “Ya ingin menambah pahala di bulan puasa ini. Sekaligus juga berdoa dan memohon ampun atas segala kesalahan di masa lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretariat Takmir Masjid Agung Sidoarjo, Kusdarmawan mengatakan, biasanya aktivitas I’tikaf di masjid agung berlangsung antara pukul 00.00 WIB hingga 03.30 WIB atau menjelang waktu salat Subuh. Para jamaah sendiri masih didominasi oleh masyarakat Sidoarjo yang memang ingin merasakan nikmatnya beri’tikaf di salah satu masjid terbesar di Kabupaten Sidoarjo. “Kebanyakan masih warga Sidoarjo saja dan memang ingin merasakan bagaimana rasanya beri’tikaf di sini,” ujarnya.(kur)

Keterangan gambar: Khusyuk – Salah satu jamaah terlihat khusyuk berdoa di Masjid Agung Kabupaten Sidoarjo. Sebagian lainnya juga masih ada yang menjalankan ibadah salat sunah.(foto: kurniawan)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/06/DSCF2691-copy-1024x768.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/06/DSCF2691-copy-150x150.jpgREDAKSISpiritualadakitanews,Berita,i'tikaf,masjid agung sidoarjo,ramadan,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kegiatan I’tikaf atau berdiam diri di masjid saat malam hari menjadi rutinitas umat Islam, khususnya ketika bulan Ramadan. Salah satunya di Masjid Agung Sidoarjo. Umat muslim yang datang tidak hanya sekedar melaksanakan ibadah salat sunah saja, banyak diantaranya yang melanjutkan waktu malam dengan membaca alquran dan...