20160614_120845ADAKITANEWS, Kota Kediri – Lagi-lagi diskriminasi pendidikan terjadi di Kota Kediri. Kali ini SMKN 1 Kota Kediri yang tidak memberikan rapor pada siswanya karena tidak membayar iuran pembenahan pagar sebesar Rp. 500 ribu.

Salah satu wali murid yang meminta agar identitasnya dirahasiakan mengaku kebingungan untuk daftar ulang. Pasalnya, selain harus membayar Rp 290 ribu untuk daftar ulang Ia juga harus menyertakan raport pada tahun sebelumnya.

Hinggga kini, putranya yang baru saja naik ke kelas XII tidak tahu harus bagaimana. “Yang 290 ribu sudah saya bayar untuk daftar ulang. Tapi katanya uang ini untuk menutupi biaya iuran pagar tahun kemarin,” ujarnya.

Ia kini bingung karena anaknya yang tinggal satu tahun lulus sekolah menengah ini harus terhambat. Pasalnya, rapor kenaikan kelas belum Ia dapatkan. “Sampai sekarang belum dapatkan rapornya mas,” ujarnya

Jawaban berbeda diberikan oleh Gatot Sukarno Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Kediri. Ia mengaku kejadian itu hanya salah paham, karena rapor sebenarnya sudah dibagikan semuanya. “Itu tahun lalu mas, tidak ada yang belum kita bagikan. Sudah semuanya kita bagikan,” ujarnya dengan nada tinggi.

Melihat ini, Gatot justru menyerang balik pada wali murid tersebut. Gatot menganggap, itu meruapakan sebuah upaya agar sekolah yang dipimpinnya tidak laku di pasaran.

“Itu permasalahan tahun lalu, kenapa baru sekarang. Kita lihatlah inikan masa penerimaan siswa baru pasti itu dibuat agar sekolahan saya tidak laku (sepi pendaftar-red),” urai Gatot.

Sebelumnya, polemik terkait pendidikan terutama pada biaya pendidikan juga sudah terjadi yakni di MAN 2 Kota Kediri. Bahkan, atas kejadian itu puluhan siswa harus berkali-kali lakukan aksi damai.(zay)

Keterangan Gambar : SMKN 1 Kota Kediri.(foto:zayyin)