ADAKITANEWS, Blitar – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blitar, melalui tim panitia seleksi (Pansel) mulai membuka lelang untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), yang kini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Kepala BKD Kabupaten Blitar, Achmad Lazim mengatakan, pendaftaran jabatan Sekda dimulai pada 7 Maret sampai 27 Maret atau terhitung selama 20 hari kerja. “Pendaftaran kami buka sejak selasa 7 Maret lalu, dan mulai dilakukan pendaftaran lelang terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah,” ungkapnya, Sabtu (11/03).

Menurutnya, dengan dibukanya lelang jabatan tersebut maka semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan bisa segera mendaftar. “Calon pendaftar tidak harus PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, tetapi juga berlaku bagi PNS di luar Pemkab Blitar atau bahkan di luar Provinsi Jawa Timur. Artinya, semua PNS se-Indonesia kalau memang memenuhi persyaratan, boleh mendaftar,” jelas Lazim.

Saat ini, lanjut Lazim, pihaknya sudah membuka lelang secara online dan menyurati PNS yang sudah memenuhi persyaratan se-Kabupaten/Kota di Jawa Timur. “Ini kami lakukan dengan tujuan agar banyak yang tahu dan mengajukan pendaftaran. Berkas pendaftarannya pun harus sudah diterima tim pansel, paling lambat tanggal 27 Maret ini,” tegasnya.

Lazim juga mengatakan, ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam proses lelang, yakni tim pansel akan menyeleksi persyaratan administrasi pada 28 Maret dan pengumuman hasil seleksi administrasi akan dilaksanakan pada 29 Maret. Tahapan selanjutnya, dilakukan uji kompetensi pada 30 Maret hingga1 April, disusul pengumuman hasil uji kompetensi pada 3 April. Setelah itu, dilakukan wawancara pada 4 April.

“Selanjutnya akan dilakukan penelusuran rekam jejak calon pada 5 April dan penetapan hasil seleksi pada 6 April,” ujarnya.

Setelah proses seleksi, kemudian akan diumumkan pemenang lelang jabatan Sekda pada 7 April 2017.

Untuk diketahui, proses seleksi lelang jabatan Sekda, semuanya dilakukan oleh tim pansel yang terdiri dari berbagai pihak. Yakni dari akademisi (ahli hukum Universitas Brawijaya Malang), rektor Unisba, mantan Sekda Kabupaten Blitar, BKN Kanreg II Jawa Timur dan staf ahli dari Pemerintah Ptovinsi Jawa Timur, dengan komposisi 60 persen non birokrasi dan 40 persen dari birokrasi. “Yang berhak menyeleksi calon sekda adalah tim pansel, sedangkan BKD hanya memfasilitasi proses seleksi yang dibutuhkan tim pansel,” imbuhnya.(blt2)

Keterangan gambar: Logo Kabupaten Blitar.(google.com)