ADAKITANEWS, Sidoarjo – Nasib Melati, 14, bukan nama sebenarnya, warga Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo sungguh malang. Selain sudah menjadi korban pemerkosaan 5 pria dan kini hamil 8 bulan, Melati dan ibunya justru mendapat kecaman dari para tetangganya. Mereka akhirnya terpaksa harus pergi dari kampung dan tinggal di bekas kandang bebek milik seseorang yang prihatin atas penderitaan mereka.

=========

Ibunda Melati, sebut saja Siti, menceritakan awal kejadian yang menyedihkan itu. Sekitar bulan Agustus 2015 lalu, saat putri sulungnya hendak berangkat mengaji. Di tengah perjalanan, Melati tiba-tiba dipanggil oleh pelaku berinisial S. Meski menolak, S tetap memaksa Melati dan menyeretnya masuk ke dalam kamar dan menggagahinya. “Anak saya dipaksa dan ditarik ke dalam kamar dan diperkosa,” ujar Siti, Minggu (22/05).

Awalnya Siti tidak mengetahui kejadian yang menimpa putrinya tersebut. Baru setelah ia mencurigai gelagat aneh putrinya, dan memaksa agar Melati bercerita, Siti baru mengetahui bahwa putrinya menjadi korban pemerkosaan dan kini tengah hamil.

Kepada orangtuanya, Melati menceritakan, pelaku S bahkan memperkosanya sebanyak 5 kali. Tidak hanya itu, tetangga S berinisial U juga diketahui pernah memperkosa Melati sebanyak 3 kali. Yang lebih miris, kerabat pelaku S yang masih berusia 10 tahun, berinisial M juga ikut melakukan perbuatan keji itu bersama 2 rekannya, A dan D.

Diketahui, kejadian pemerkosaan itu berlangsung antara Agustus 2015 hingga September 2015 lalu. Siti mengaku juga sempat meminta keadilan kepada Kepala Desa setempat. Bahkan, dalam musyawarah tersebut, Siti dan putrinya dijanjikan akan mendapat kompensasi berupa uang Rp 75 juta dan akan dibuatkan rumah. Namun hingga Nopember 2015, janji yang disampaikan oleh pelaku S dan U tidak juga berujung.

Penderitaan Siti dan Melati tidak berhenti sampai di situ. Mereka yang sebelumnya tinggal di rumah kontrakan terpaksa harus pergi lantaran pemilik rumah tidak lagi mengizinkan mereka tinggal. Beruntung, ada seorang warga yang merasa iba dengan nasib Melati dan memberi bantuan tempat tinggal.

Endang Wahyuni, warga RT 10/RW 4 Desa Trompoasri Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo mencoba menolong seadanya. Bekas kandang bebek miliknya, yang sudah tidak terpakai lagi, ia bersihkan untuk ditempati Melati dan ibunya. “Saya hanya bisa membantu seperti ini,” ujar wanita yang akrab disapa Yuni itu.

Desember 2015 lalu, Siti dan Melati akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Sidoarjo. Dan hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Wahyudin Latif menyatakan kelima nama yang dilaporkan melakukan pelecehan terhadap Melati sudah ia kantongi. Saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lantaran diketahui telah melarikan diri ke kawasan Bali. “Kami masih melalukan upaya pengejaran terhadap pelaku,” tegasnya.(rochmatullah kurniawan)

Keterangan gambar: Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat menjenguk korban pemerkosaan di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo.(ist)