width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Kejaksaan Negeri Nganjuk masih harus menunggu berkas perkara penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung KPU Nganjuk tahun 2013 silam. Hal itu karena berkas perkara terpaksa dikembalikan kepada penyidik Tipikor Polres Nganjuk lantaran dinilai belum lengkap.

Anwar Risa Zakaria, Kasi Intelijen Kejari Nganjuk saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com membenarkan hal ini. Dia menuturkan, berkas perkara harus dikembalikan karena ada beberapa petunjuk yang belum dipenuhi oleh penyidik Polres Nganjuk. “Beberapa petunjuk belum dipenuhi oleh penyidik sehingga kita kembalikan agar segera dilengkapi,” ungkapnya.

Diharapkan, penyidik tipikor Polres Nganjuk bisa segera melengkapi kekurangan berkas yang dimaksud agar kasus dinyatakan P-21 dan segera naik ke persidangan.

Sementara itu terkait pengembalian berkas tersebut, Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Pino Ary mengatakan pihaknya akan segera melakukan penelitian lebih lanjut terkait berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung KPU Nganjuk.

AKP Pino mengatakan pihaknya menargetkan secepatnya akan segera melengkapi kekurangan yang diinginkan jaksa. “Sebelum lebaran sudah bisa dilengkapi dan dilakukan tahap kedua, sehingga pasca lebaran dapat segera dilakukan persidangan,” pungkas AKP Pino.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung KPU Nganjuk pada 2013 silam melibatkan beberapa tokoh penting di Nganjuk. Diduga pihak yang terlibat antara lain mantan Sekretaris KPU, Suhariyono yang kini menjabat sebagai Kasatpol PP (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja) Nganjuk, dan tiga orang dari PT Trisenta Sarana Konstruksi (TSK) Mojokerto antara lain Siti Khotijah yang merupakan Komisaris PT TSK, Nurhadi, Direktur PT TSK dan Sudjoko, staf teknis PT TSK.(Jati)

Keterangan Gambar : Gedung KPU Ngnjuk yag diduga syarat korupsi dalam pembangunannya.