ADAKITANEWS, Tulungagung – Sudah sekitar satu bulan terakhir, warga Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung terpaksa harus melewati saluran air, untuk melintas di perlintasan sebidang di desa setempat. Alasan warga melewati saluran air yang berada di bawah rel sebagai jalan, karena perlintasan yang menjadi jalan alternatif bagi warga ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI)

Menurut Nurhadi, salah seorang warga desa setempat, perlintasan yang ditutup tersebut merupakan jalur penting bagi ratusan warga setempat terutama anak-anak sekolah.

“Jalan ini menjadi jalur alternatif untuk menuju ke sekolah dan kantor pemerintahan desa,” kata Nurhadi, salah seorang warga, Rabu (21/03).

Lanjut Nurhadi, bila harus melewati jalur utama untuk akses menuju ke lokasi sekolah maupun kantor desa warga harus melewati jalan yang memutar sejauh kurang lebih tiga kilometer.

Dalam sehari, ratusan warga melewati jalan darurat ini. Meski relatif aman, namun pengendara yang melintas harus hati-hati karena jarak antara permukaan jalan dengan rel kereta diatasnya cukup rendah.

“Agar aman, pengendara motor yang melintas harus sedikit membungkuk. Sebab kalau tidak membungkuk bisa-bisa kepalanya terbentur besi penyangga rel,” tambah Nurhadi.

Yang lebih memprihatinkan lagi, jika turun hujan, jalan darurat tersebut tidak bisa dilewati karena dipenuhi genangan air, dan kondisinya sangat licin.

Warga berharap kepada PT KAI, agar perlintasan sebidang di Desa Ngantru tersebut dapat dibuka kembali. Bahkan jika memungkinkan untuk dibuatkan akses jalan yang lebih memadai, agar anak-anak dan warga tidak perlu memutar jika akan ke sekolah maupun berurusan dengan pemerintah desa.(bac)

Keterangan gambar : Warga memanfaatkan saluran air yang berada dibawah rel kereta untuk mempersingkat jarak tempuh.(foto : acta cahyono)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180321_195133.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180321_195133-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,jalur alternatif,pt kai,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Sudah sekitar satu bulan terakhir, warga Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung terpaksa harus melewati saluran air, untuk melintas di perlintasan sebidang di desa setempat. Alasan warga melewati saluran air yang berada di bawah rel sebagai jalan, karena perlintasan yang menjadi jalan alternatif bagi warga ditutup...