ADAKITANEWSjamasan 2-1jamasan 3-1, Nganjuk – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Ngajuk ke 1078, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melangsungkan Jamasan Pusaka. Ritual yang digelar di museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk tersebut dimaksudkan untuk menjauhkan warga dari bencana yang belakangan terus mendera.

Ritual tersebut, diawali dengan sambutan dan pembacaan Kidung menggunakan Bahasa Jawa. Setelah itu, satu persatu pusaka di jamas, diawali dengan pusaka Tumbak Kanjeng Jimad yang disimpan di ruang kerja Bupati Nganjuk. Pusaka tersebut dipercaya banyak membawa berkah, diantaranya keberhasilan dalam dunia pertanian dan juga berkah kesehatan.

Selain pusaka tersebut, ada 5 pusaka utama yang berbentuk keris juga di jamas. Ke lima pusaka tersebut yakni Tumbak Kanjeng Jimat, keris Kyai Betik, Eyang Dukun dan Eyang Pandji.

“Dalam acara ini kami menyerahkan enam pusaka utama untuk di jamas” Tutur Supiyono Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.

Prosesi jamasan tersebut, menurut Supiyono untuk menghormati arwah para leluhur Kabupaten Nganjuk dan melengkapi Khasanah Budaya Jawa. “Prosesi ini dimaksudkan agar warga Nganjuk selalu diberkahi dan dihindarkan dari semua musibah” Tuturnya

Lebih lanjut Supiyono menjelaskan, jika memilih bertempat di s Anjuk Ladang dimaksudkan agar seluruh warga Nganjuk bisa mengikuti prosesi sakral tersebut. “Tempat ini kami pilih agar warga bisa mengikuti dan memahami betapa pentingnya melestarikan Budaya” Jelasnya.

Selain itu, ritual ini bisa dikemas sebagai sebuah wisata budaya sehingga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke Nganjuk. “Ritual ini juga bisa dikemas sebagai sebuah atraksi wisata budaya dan selayaknya dijual untuk memikat wisatawan” Tuturnya. (Jati)