AdaKitaNews Daerah Jelang Aksi 121, BEM se-Indonesia

Jelang Aksi 121, BEM se-Indonesia

ADAKITANEWS, Jombang – Rencana aksi serentak Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia pada tanggal 12 Januari 2017 mendatang mendapat sorotan dari mantan aktivis mahasiswa di Jombang. Menurutnya, ada tanda tanya besar bagi mereka yang nantinya turun aksi. Yakni kemungkinan adanya aktor-aktor di belakang aksi bertajuk Bela Rakyat tersebut.

Hakim, mantan Ketua Serikat Perjuangan Mahasiswa di era tahun 2000 di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Jombang mengatakan, mahasiswa yang seharusnya sebagai agent of change dan agent of control pemerintah sudah mulai kehilangan arah pejuangan. Sebab mahasiswa saat ini lebih sibuk dengan internal organisasi ketimbang kondisi-kondisi sosial di masyarakat.

“Gerakan mahasiswa lebih disibukkan dengan kondisi internal pergerakan mereka sehingga mereka sampai lupa jika kondisi sosial di masyarakat sebenarnya membutuhkan perjuangan dan diemban oleh mereka (mahasiswa,red),” ujarnya, Senin (09/01).

Hakim juga mengatakan jika di era dirinya waktu masih menjadi aktivis lebih sering disibukkan oleh kegiatan-kegiatan yang langsung bersinggungan dengan kegelisahan rakyat. “Jika waktu saya di SPM dulu kegiatan yang langsung bersinggungan dengan penderitaan masyarakat menjadi tugas pokok menjadi mahasiswa. Sebab pergerakan mahasiswa seharusnya lebih agresif dalam menindak penghianatan terhadap rakyat,” tambahnya.

Dikatakannya, ketika pergerakan mahasiswa hanya disibukkan di ranah intenal, sebenarnya justru menjadi bumerang bagi mahasiswa sendiri. Sebab sebenarnya tugas suci yang ada di tri dharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian terhadap masyarakat. “Akan tetapi saat ini pergerakan mahasiswa khususnya di Kabupaten Jombang, kita sudah jarang melihat pengabdian yang riil terhadap rakyat dan pergerakan di Jombang bisa saya katakan mandul dalam bergerak,” tegasnya.

Dengan adanya momentum aksi 121, Hakim menilai sebenarnya menjadi tanda tanya besar bagi mereka yang nantinya turun aksi, dan bagi mereka yang tidak. “Mereka yang turun aksi, nantinya akan banyak aktor-aktor di belakang aksi 121. Sebab pergerakan mahasiswa saat ini mudah disusupi oleh elit-elit politik yang mempunyai tujuan hanya untuk kepentingan kelompoknya saja. Tapi akan lebih cantik ketika gerakan 121 lebih dimaknai dengan pengupasan kasus-kasus yang ada di daerah. Artinya pergerakan mahasiswa jangan hanya selalu membaca isu nasional dan melupakan isu di daerahnya,” terangnya.

Hakim berpesan, bagi mereka yang saat ini menjadi aktivis mahasiswa khususnya di Kabupaten Jombang untuk bangun dan menumbuhkan semangat perjuangan untuk rakyat. “Mereka (rakyat,red) sudah menunggu gerakan riil dari kalian,” tutupnya.(jb4)

Keterangan gambar : Hakim, mantan aktivis era tahun 2000 di Kabupaten Jombang.(foto : Sugiono)