2015-07-11_11.22.362015-07-11_11.23.13

ADAKITANEWS, Banyuwangi – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Banyuwangi melambung hingga beberapa juta rupiah. Peningkatan itu akibat meningkatnya kebutuhan daging sapi bagi warga untuk persiapan lebaran 17 Juli mendatang.

Sebagaimana di pasar hewan yang berlokasi di Desa Karang Harjo, Kecamatan Glenmore. Di pasar itu, harga sapi meningkat dari Rp 10 juta menjadi Rp. 15 juta bahkan ada yang masuk pada harga Rp. 30 juta, sejak sepekan terakhir. Peningkatan terbesar adalah pada jenis sapi limousin, Brangos yang berjenis kelamin pejantan.

“Sapi yang kami beli ini untuk kebutuhan lebaran,” ungkap Abdul Mu’ti seorang pembeli. Sabtu, (11/07).

Diperkirakan, harga itu akan cenderung meningkat hingga H-6 menjelang lebaran. Mengingat, rata-rata warga masih memegang tradisi lokal yang sangat kuat di Hari Raya Idul Fitri, yakni arisan tumpukan daging sapi sesama warga setempat. Tradisi arisan tumpukan daging sapi dilakukan setahun sekali pada hari Idul Fitri. Hal ini ¬†membuat para ketua arisan bersiap mencari sapi untuk dipotong dan dibagikan dagingnya secara merata pada anggotanya. “Sapi yang biasa dipilih adalah yang berperawakan tinggi, gemuk dan berumur kisaran 3 tahun keatas,” urainya.

Sementara, beberapa penjual sapi (blantik-red) dari daerah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember mengaku mendapatkan untung yang luar biasa pada saat Ramdhan kali ini dari hasil penjualan sapi.

“Alhamdulillah hasilnya bisa untuk lebaran anak, istri dan keponakan,” ungkap Durrahman pedagang sapi dari Rogojampi Banyuwangi. (Blot)

Keterangan Gambar : Harga sapi di Banyuwangi mengalami kenaikan seiring dengan kebutuhan daging sapi di hari Lebaran.