@dakitanews Tulungagung – Menjelang pencetakan E-KTP yang akan dilakukan oleh pemerintah daera kota/kabupaten mulai 1 Desember ini, Dinas Kepundudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung mengaku kekurangan blangko E KTP. Dari 230 ribu blangko, Pemerintah Pusat baru mengirimkan 1824 keping blangko.

“Kita masih menunggu droping blangko E-KTP lanjutan,” ujar Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Sigit Widiono.

Sigit menjelaskan, pencetakan E-KTP di daerah ini merupakan hasil keputusan rakernas yang digelar di Yogyakarta pertengahan November ini. Selama ini pencetakan E-KTP dilakukan oleh pusat sehingga membutuhkan proses yang lama.

Berdasarkan data, terdapat 36 ribu warga yang sudah melakukan perekaman namun belum mendapatkan E KTP. Hal ini dikarenakan proses pencetakan dilakukan seluruhnya oleh pusat. “Dengan pencetakan di daerah diharapkan proses bisa berjalan lebih cepat,” terangnya.

Saat ini Dispendukcapil sudah mempunyai 2 unit printer yang disiapkan untuk mencetak E KTP. Dalam sehari, keduanya mampu mencetak hingga 500 E KTP. Nantinya setiap proses pembuatan E KTP baru diperkirakan membutuhkan waktu 5 menit.

Mengingat jumlah blangko yang masih sangat kurang, Sigit akan memberikan prioritas terlebih dahulu kepada warga yang sudah melakukan perekaman namun belum mendapat E KTP. “Sisanya untuk yang sudah punya E KTP namun rusak dan untuk perekam E KTP baru,” pungkasnya. (Bram).

Tags: