Kediri(adakitanews.com) — Delapan hari menuju Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2020, Polres Kediri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), dan Satpol PP Kabupaten Kediri menggelar
Focus Group Discussion (FGD).

Menurut Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, FGD yang dilaksanakan di Marwah Resto Desa Adan-Adan Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri, Selasa (1/12/2020), salah satunya untuk menyamakan persepsi menjelang pelaksanaan Pilkada.

“Mengenai tahapan, masyarakat juga sudah mengtahui. Saya berharap, dengan diadakannya acara FGD ini bisa saling mengenal dan mempererat tali silaturahmi,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Kepada para Ketua, Panwascam, Personel Polri, Satpol-PP, maupun semua pihak terkait, lanjutnya, harus bisa meyakinkan kepada masyarakat untuk datang dan menggunakan hak pilihnya.

“Kami harus bisa mensosialisasikan kepada masyarakat untuk memberikan keyakinan bahwa dalam pelaksanaan Pilkada ini aman sehingga masyarakat tidak takut di masa pandemi karena kita mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19,” tegasnya.

AKBP Lukman mengatakan, ada hal baru yang mungkin sudah dipahami di antaranya jumlah pemilih dalam satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ada pengaturan ataupun pembatasan, memakai masker, dilarang bersalaman, dan disediakan fasilitas protokol kesehatan

“Tidak kalah penting, petugasnya juga demikian, harus mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

“Dalam acara FGD ini bisa diskusi terkait permasalahan yang ada di wilayah Kabupaten Kediri menjelang Pilkada tahun 2020. Maka, dalam pelaksanaan tugas tidak ragu,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Perencanaan Data dan Informasi,Eka Wisnu Wardhana menjelaskan, pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Kediri saat ini berbeda dari Pilkada sebelumnya.

Karena, pada Pilkada tahun ini kita akan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Hari ini adalah H-8 pemungutan suara dalam pilkada Kabupate Kediri dan kami konsentrasi untuk menyiapkan segala hal agar situasi tetap sukses,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Wisnu, KPU sudah melaksanakan simulasi pemungutan suara dengan menerapkan protokol kesehatan di seluruh kecamatan di Kabupaten Kediri dan saat ini di KPU telah dilaksanakan sortir surat suara.

“Nanti pada 5 sampai dengan 6 Desember 2020, surat suara yang sudah selesai disortir akan dikirimkan ke tiap kecamatan di Kabupaten Kediri. Saya harap agar semua pihak bersama-sama mengawal jalannya Pilkada agar berjalan lancar dan kondusif,” tuturnya.

Koordinator Divisi Sengketa Anik Ekowati mengatakan, dalam tahapan pilkada masa pandemi Covid-19 ini, Bawaslu mengacu dalam PKPU nomor 20 tahun 2020.

Tahapan Pilkada saat ini adalah tahapan kampanye melalui Media Cetak, media Elektronik dan nantinya Bawaslu tetap akan mengawasi dalam pelaksanaan Kampanye. Bawaslu juga melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di mana tahapan saat ini masih dalam bencana non alam Covid-19.

“Bawaslu juga melakukan proses pengawasan yang ketat dalam money politik dalam Pilkada di Kabulaten Kediri hingga partisipasi masyarakat,” katanya.

Menurut Anik, muncul berbagai kendala dalam pelaksanaan Pilkada salah satunya anggaran penyelenggara, karena Pilkada dilaksanakan di masa pandemi Covid-19 sehingga perlu pengadaan APD.

“Bawaslu melakukan strategi pengawasan berupa pengawasan administratif dalam kampanye, pengawasan secara santun, dan penindakan tegas. Pelanggaran Pidana dalam Pilkada yaitu netralitas ASN sebanyak 19 orang dan pelanggaran kode etik yg dilakukan oleh penyelenggara yaitu PPS di Kecamatan Ngadiluwih,” ujarnya.(gar).