IMG_20150617_175328

ADAKITANEWS, Nganjuk – Ditetapkanya awal puasa oleh Majels Ulama Indonesia (MUI), membuat masyarakat ramai-ramai berziarah ke makam keluarganya. Momen itu menjadi berkah bagi para penjual bunga untuk berziarah. Tak pelak, banyak ditemui penjual bunga dadakan disekitar pemaaman umum dan beberapa ruas jalan. Rabu, (17/0).

Maraknya para penjual bunga dadakan disejumlah ruas jalan seperti Jl. Raya Rejoso, Jl. Mangundikaran dan disejumlah titik lainnya terjadi karena banyaknya angka permintaan pembeli terhadap bunga-bunga yang mulai melonjak beberapa waktu lalu dan tepatnya hari ini. Pada moment menghadapi puasa nanti malam, masyarakat melakukan tradisi yang sudah berkembang dari dulu. Yakni bersih-bersih dikuburan para sanak saudara yang telah meninggal sekaligus kirim do’a.

Rata-rata para peziarah yang datang setelah melakukan bersih-bersih di makam saudara, ┬ámelakukan tabur bunga diatas kuburan dan kirim do’a yang dimulai terlebih dahulu dengan pembacaan tahlil serta yasinan. “Bersih-bersih makam sekaligus kirim do’a mas(nyekar..red),” Ungkap Harto seorang pembeli bunga.

Dari pantauan tim adakitanews.com kelapangan, para pedagang bunga dadakan disejumlah tempat itu mengaku sangat beruntung dengan keadaan ini. Dalam sehari, para pedagang bunga mampu menjual bunga sebayak 25 hingga 30 bungkus.

“Alhamdulillah mas, sehari bisa terjual 25-30 bungkus,” Ungkap Yarsi seorang penjual bunga di daerah Kec. Rejoso.

Ditemui ditempat berbeda Sutini menambahkan, bungkusan bunga dari daun pisan itu berisi antara lain bunga; mawar,kenongo,melati, dan daun pandan serta dibubuhi minyak aroma wangi. Sebungkus bunga yang ditawarkan oleh penjual terbandrol seharga 2 ribu rupiah, urainya.(Blot/Zay).