width=

ADAKITANEWS, Blitar – Jembatan penghubung antara Dusun Jambewangi dengan Desa Kebonagung (Jabung) Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar runtuh, Minggu (05/03) sore. Lantaran merupakan jalur utama, putusnya jembatan tersebut mengakibatkan terganggunya berbagai akses, termasuk pendidikan, perekonomian dan sebagainya.

Khoirul Mushola, 32, warga Desa Kebonagung mengatakan, jembatan Jabung runtuh sekitar pukul 16.30 WIB. Diduga, runtuhnya jembatan tersebut adalah karena tergerus air sungai yang deras. “Jembatan penghubung ini runtuh sekitar pukul 16.30 WIB. Penyebabnya tentu saja karena tergerus air sungai, karena saat itu aliran air juga deras,” kata Khoirul saat dihubungi Tim Adakitanews.com, Senin (06/03).

Dampaknya, lanjut Khoirul, akses jalan menuju salah satu sekolah yang ada di dusun Jambewangi menjadi terganggu. Selain itu warga masyarakat yang ingin ke sawah maupun ke pasar juga harus melintasi desa lain. “Jembatan ini merupakan salah satu jalur utama. Para pelajar yang bersekolah di Dusun Jambewangi harus melewati desa Tawangrejo agar sampai di sekolahnya. Demikian juga para petani maupun pedagang,” jelasnya.

Khoirul menambahkan, runtuhnya jembatan ini juga memakan korban asal Desa Kebonagung yang sedang melintas. Dimana saat itu, korban akan pulang ke rumahnya setelah dari sawah. “Saat itu korban langsung dibawa ke Rumah Sakit, dan untungnya tidak terjadi luka yang serius. Namun kondisi motornya mengalami kerusakan yang cukup parah,” imbuhnya.

Namun saat dikonfirmasi melalui telepon, Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Blitar, Ganef Rahmawanto mengatakan, belum mendapat informasi mengenai runtuhnya jembatan itu. “Kami belum menerima laporan tentang jambatan runtuh. Atas informasi ini, saya akan mengirim petugas untuk mengecek kondisinya di lapangan,” katanya Senin (06/03).

Keterangan gambar : Jembatan runtuh penghubung Desa Jambewangi dengan Kebonangung.(foto : dok. pribadi)