AdaKitaNews Daerah Jemput Bola Perekaman e-KTP

Jemput Bola Perekaman e-KTP

ADAKITANEWS, Tulungagung – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung mempermudah pengurusan perekaman data e-KTP. Dengan membawa dua set alat perekaman data, petugas Dispendukcapil mendatangi tiap wilayah di Tulungagung untuk melakukan perekaman data secara offline. Sehingga nantinya masyarakat tinggal mengambil e-KTP dan tidak perlu antre lama di kantor Dispendukcapil.

Layanan jemput bola ini disambut gembira oleh masyarakat yang belum mempunyai e-KTP. Seperti yang terpantau di Balai Desa Besole Kecamatan Besuki, Selasa (13/09) pagi. Suparmin, 55, warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya perekaman data ini. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengaku tidak sempat mengurus e-KTP dikarenakan banyaknya pekerjaan. “Jika meninggalkan pekerjaan, rasanya sayang,” ujarnya.

Sebelumnya pelayanan perekaman data hanya bisa dilayani di kantor kecamatan maupun kantor Dispendukcapil. Namun Suparmin mengaku tidak tahu dengan cara pengurusan e-KTP. “Tidak dapat informasi. Mungkin karena terlalu sibuk kerja,” akunya.

Kepala Dipendukcapil, Justi Taufik menuturkan jemput bola ini merupakan inisiatif dari Dispendukcapil sendiri. Diharapkan layanan perekaman data tersebut bia dimanfaatkan oleh masyarakat yang belum mempunyai e-KTP. Tidak hanya itu, sistem jemput bola ini diharapkan juga dapat menekan antrean di kantor Dispendukcapil. “Setiap hari antrenya banyak. Kasihan masyarakat yang rumahnya jauh,” tuturnya.

Untuk wilayah Tulungagung, Justi mengatakan terdapat 30 ribu warga wajib KTP yang belum mempunyai e-KTP. Dari jumlah tersebut, mayoritas mereka bekerja sebagai TKI di berbagai negara. Sehingga menyulitkan proses perekaman dan pengurusan e-KTP. “Hanya bisa mengurus waktu mereka pulang saja,” akunya.

Meskipun begitu Justi optimis permasalahan e-KTP ini bisa segera tuntas. Untuk memaksimalkan proses pengurusan tersebut, Justi sedang mengajukan mobil operasional yang nantinya bisa menjangkau beberapa wilayah terpencil. “Sudah disetujui namun kita masih menunggu realisasinya,” pungkasnya.

Keterangan gambar: Warga sedang foto untuk e-KTP.