ADAKITANEWS, Surabaya – Sidang kasus penipuan investasi bodong dengan terdakwa, Putri Duwitasari kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Raya Arjuno, Rabu (11/10).

Saat membuka persidangan, Ketua Majelis Hakim, Jihad Arkana sempat memberikan teguran keras kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lujeng Andayani lantaran tidak hadir dalam persidangan sebelumnya yakni Rabu (04/10). “Kemana kemarin tidak hadir?” ujar Hakim kepada JPU.

Mendapat pertanyaan tersebut, JPU Lujeng mengatakan kalau dirinya sudah menitipkan perkaranya kepada jaksa lainnya. Namun hal tersebut rupanya tidak diterima oleh hakim. “Tidak ada nitip-nitip dalam persidangan,” tegas Hakim.

Dalam persidangan tersebut, Putri Duwitasari membacakan pembelaannya dan mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. Wanita berusia 32 tahun itu meminta maaf dan memohon agar hakim memberikan keringanan terhadap hukumannya. “Saya masih memiliki anak kecil yang mulia,” ujar wanita berparas ayu ini.

Sementara itu, JPU Lujeng tetap bersikukuh dengan tuntutannya yakni 1 tahun penjara karena terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 378. Sidang akhirnya ditutup dan rencananya akan kembali dilanjutkan pada Rabu (19/10) mendatang dengan agenda sidang putusan.(pur)

Keterangan gambar : Putri Duwitasari saat menjalani persidangan.(foto: mus purmadani)

https://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171012_024312-1024x766.jpghttps://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171012_024312-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,investasi bodong,jpu,surabaya
ADAKITANEWS, Surabaya - Sidang kasus penipuan investasi bodong dengan terdakwa, Putri Duwitasari kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Raya Arjuno, Rabu (11/10). Saat membuka persidangan, Ketua Majelis Hakim, Jihad Arkana sempat memberikan teguran keras kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lujeng Andayani lantaran tidak hadir dalam persidangan sebelumnya yakni Rabu...