Kediri(adakitanews.com) — Penderita HIV dan AIDS di Kota Kediri sejak periode Januari sampai Oktober 2020 bertambah 183 kasus. Data tersebut berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri yang terdiri dari 139 kasus HIV dan 44 AIDS.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2019, penderita HIV AIDS justru menurun. Pada tahun 2019 Dinkes Kota Kediri mencatat ada temuan 243 kasus. Dari jumlah ini, sebanyak 182 adalah kasus HIV dan AIDS ada 61 kasus.

“Di Kota Kediri untuk jumlah keseluruhan sejak tahun 2003 telah mencapai 1687 kasus, HIV AIDS,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2PM) Menular Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, Senin (30/11/2020).

Hendik mengatakan, kasus HIV dan AIDS di Kota Kediri setiap tahun pasti ada temuan kasus. Meskipun jumlah kasus yang ditemukan cenderung fluktuasi, namun penyebarannya terus ada.

Dari data tersebut, lanjutnya, usia produktif antara 20 tahun hingga 40 tahun memiliki resiko paling rentan terserang HIV dan AIDS. Karena, pada usia ini berkaitan dengan perilaku hubungan seksual yang tidak sehat.

“Diketahui di tahun 2020 terdapat 92 kasus HIV dan AIDS di usia 20 tahun sampai 40 tahun. Sementara, jika diklasifikasi berdasarkan jenis kelamin, laki-laki masih tinggi yaitu 129 kasus, sementara perempuan 54 kasus,” ujarnya.

Selain tidak setia dengan pasangan, kata Hendik, tinginya kasus HIV dan AIDS juga disebabkan karena penyimpangan seksual.

Dari data yang dihimpun Dinkes Kota Kediri, orentasi seks homo seksual dan biseksual paling rentan terinfeksi HIV dan AIDS. Pasalnya, hubungan seksual yang tidak sehat yaitu melalui anus.

“Kami masih menemukan penyebaran tertinggi karena penyimpangan seksual. Dalam katagori laki seks laki (homoseksual dan biseksual) ditemukan 68 kasus HIV AIDS,” tuturnya.

Berbagai upaya dalam mengatasi kasus HIV dan AIDS di Kota Kediri pun terus dilakukan. Mulai dari melakukan sosialisasi pencegahan, pemeriksaan sampai dengan pengobatan. Termasuk Juga dengan mewajibkan para penderita untuk mengkonsumsi obat setiap hari selama seumur hidup.

Terakhir, Hendik meminta masyarakat tidak perlu mensitgma ataupun mendiskriminasi Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA). Sebab, perlu diketahui, ketika mereka sudah minum obat, maka virusnya sudah tersupresi dan tidak akan mudah menularkan lagi.

“Ingat, HIV hanya bisa menular melalui darah dan cairan kelamin serta ASI, sehingga jika kita tidak kontak dengan ketiga cairan tersebut maka tidak akan tertular,” pungkasnya. (Oky).