ADAKITANEWS, Kediri – Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono mengunjungi warga di Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Minggu (20/04) sore. Kapolres kembali mengimbau warga untuk waspada lantaran jumlah sumur yang ambles diperkirakan masih bisa terus bertambah.

AKBP Sumaryono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta telah menemukan titik terang terkait penyebab fenomena alam sumur ambles di desa tersebut. “Saat ini sudah ada titik terang, kemungkinan karena curah hujan yang tinggi, jadi air naik hingga 3 meter. Selain itu pastinya sumur ambles akan bertambah terus, selama hujan deras tetap melanda Kecamatan Puncu dan Kecamatan Plosoklaten,” ujarnya.

Pihak Kepolisian sudah memasang garis polisi agar warga tidak mendekat ke tempat sumur ambles. “Saya minta warga agar tetap waspada. Kita juga sudah memasang garis polisi untuk mengamankan tempat sumur amblas di beberapa tempat. Selain itu besok kita juga akan melakukan sosialisasi kepada warga sekitar yang terkena bencana alam sumur ambles, agar mereka waspada dan mengetahui cara antisipasinya,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun oleh Tim Adakitanews.com, data sementara kali ini di Desa Manggis Kecamatan Puncu pada Minggu (30/04) sore ada 156 sumur yang ambles, 113 sumur keruh, dan 958 sumur yang masih dalam keadaan normal. Selain itu fenomena alam ini mulai meluas ke Kecamatan Plosoklaten, lantaran wilayah tersebut juga sedang dilanda hujan deras. Ada sekitar 40 sumur yang ambles di Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten, sehingga total dari dua kecamatan di Kabupaten Kediri ada 196 sumur yang ambles.(udn)

Keterangan gambar : Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono dan petugas PVMBG melakukan kajian fenomena sumur ambles.(foto:fasihhuddin kholili)