ADAKITANEWS, Tulungagung – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, saat ini mengaku masih kekurangan sekitar 2.290 personel tenaga pendidik tingkat sekolah dasar (SD) untuk mengisi posisi guru kelas.

“Sejak beberapa tahun terakhir tidak ada lagi rekrutmen CPNS baru. Padahal setiap bulan selalu ada yang sudah purna (pensiun),” kata Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dikpora Tulungagung, Adi Suselo.

Adi Suselo menambahkan, dari jumlah guru yang berstatus PNS itu, apabila dibagi rata di 611 SD yang tersebar di 19 kecamatan, setiap kecamatan rata-rata hanya terdapat sekitar 150 guru PNS.

“Kondisi ini yang membuat sekolah sangat bergantung pada guru tidak tetap (GTT) atau sukwan. Mereka bukan guru PNS, dan honornya sangat kecil sehingga tidak bisa diberi beban terlalu besar,” ungkap Adi.

Adi mengatakan, untuk guru kelas saja yang dipegang oleh guru tidak tetap atau sukwan, ada sekitar 1.151 guru. Data Disdikpora Kabupaten Tulungagung, 611 lembaga pendidikan tingkat SD membutuhkan guru kelas mencapai 3.797 orang. Dan saat ini jumlah guru kelas SD berstatus PNS tercatat tinggal 2.646 orang.

“Kekurangan tenaga pendidik selama ini ditutup oleh guru tidak tetap yang direkrut sekolah,” katanya.

Sebenarnya tidak hanya guru kelas saja yang mengalami kekurangan, tapi juga guru olahraga, guru mata pelajaran muatan lokal (mapel mulok) dan juga tenaga kependidikan lainnya, yang saat ini kondisinya masih dipegang GTT.

Adi merinci, guru Agama kekurangan sekitar 235 pendidik , guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) kekurangan sekitar 272 guru. Sementara guru mapel diisi seluruh GTT sebanyak 632 orang.

“Kami berharap segera ada solusi dari pemerintah pusat, sehingga tidak terjadi kekosongan guru di sekolah sekolah yang ada di Tulungagung, karena hal ini akan berpengaruh pada kualitas pendidikan,” pungkas Adi.(ta1)

Keterangan gambar : Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dikpora Tulungagung Adi Suselo.(ist)