ADAKITANEWSIMG_20150609_145336-1, Madiun – Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) tewas, saat petugas Polres Madiun Kota, perangkat desa dan Rukun Tetangga (RT) setempat mendatang rumahnya, Sealasa (9/7) pagi lalu. Petugas mendatangi tempat tinggal pelaku di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Pemkab Madiun Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, karena laporan istri pelaku yang melaporkan tindak pidana curanmor suaminya.

“Istri pelaku dan Ketua RT setempat melaporkan kepada petugas jaga Polres Madiun Kota, pelaku sekaligus suaminya sering mengancam akan membunuh jika lapor curanmor dilakukan. Curanmor dilakukan pelaku 5 Juni lalu dengan mengambil motor di tetangga sendiri,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Tatang Prayitno Panjaitan.
Pelaku yaitu M Yusuf,39), identitas Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, usai menggasak motor Honda Beat, langsung dipreteli dan dijual ke Kabupaten Jombang. Kembali ke Liposos, pelaku acapkali mengancam istrinya dibunuh jika melaporkan pencurian itu. Tidak tahan tiap hari menerima ancaman, bersama Ketua RT setempat melapor ke Polres Madiun Kota.

Atas laporan itu, petugas bersama perangkat desa dan RT setempat mendatangi rumah pelaku, begitu tahu petugas datang pelaku langsung kabur dari belakang rumah. Tahu buruan kabur, petugas bersama warga mengejar pelaku lari ke arah Sungai Bengawan Madiun berjarak sekitar 100 meter. Pelaku sudah tinggal di Liposos sejak 7 bulan lalu, merasa terpojok langsung terjun ke sungai.

Agaknya, pelaku tidak bisa berenang, warga mengetahui pelaku timbul tenggelam beberapa kali tidak bisa berbuat banyak. “Ada warga melihat dia sempat beberapa kali timbul tenggelam, sejurus itu tubuh korban tidak terlihat lagi. Selanjutnya, warga dengan memakai peralatan ala kadarnya melakukan penyelaman,” jelas AKP Tatang Prayitno Panjaitan.

Dilaporkan, setelah melakukan pencarian selama 20 menit, jasad pelaku ditemukan didasar sungai, meski surut berkedalaman sekitar 2-3 meter. Selanjutnya, jasad pelaku ke kamar mayat RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun, catatan lain pelaku masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jombang dalam kasus pencurian dan pembongkaran warung.

“Kawanan pelaku sudah tertangkap dan diadili dengan mendapat hukuman 16 bulan tahun lalu (2014). Kami hari ini mengambil motor dijual seharga Rp 1 juta kepada seseorang di Kabupaten Jombang, atas tewasnya pelaku kasusnya tidak dapat diteruskan atau ditutup,” jelas Kasat Reskrim Polres Madiun Kota lagi.

Sejumlah warga mengetahui kepulangan pelaku, sempat meminta agar pelaku mau menyerahkan diri ke Polisi. “Saya dan warga lain sempat meminta agar dia mau menyerahkan diri dan dibawa ke Polres (Madiun Kota). Tapi, dia menolak, agaknya begitu tahu ada kedatangan petugas bersama warga lain, dia langsung kabur dan terjebur ke sungai dan tewas,” ujar Sunaryo warga Liposos. (UK)

Keterangan Gambar : Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Tatang Prayitno Panjaitan