ADAKITANEWS, Tulungagung – Kepolisian Resort Tulungagung menangkap seorang kakek berusia 60 tahun, warga Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung, karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku ditangkap Jumat (24/11), berinisial Roh alias Jais, seorang kakek berusia 60 tahun, sedangkan korban Bunga (bukan nama sebenarnya), berusia 8 tahun,” kata Kasatreskrim Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, Selasa (28/11).

Dia mengatakan, saat kondisi sepi pelaku memancing korban dengan cara membujuk korban serta memberikan sejumlah uang dan kemudian melecehkannya. “Peristiwa terjadi pada hari Kamis (23/11) lalu, sekitar pukul 14.00 WIB di rumah pelaku,” katanya.

AKP Mustijat menjelaskan, perlakuan tidak senonoh pelaku diketahui oleh ayah korban. Saat itu ayah korban yang baru pulang dari Surabaya ingin bertemu dengan anaknya. Namun ketika dicari di rumah tidak ada.

Setelah dicari ke rumah pelaku, ayah korban kaget bukan kepalang. Saat itu pelaku terbukti jelas melakukan tindakan asusila terhadap anaknya yang masih dibawah umur. Ketika menemukan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, pelaku dalam kondisi sudah tanpa busana dengan posisi jongkok sedangkan bunga duduk terlentang tanpa menggunakan pakaian dalam.

Tidak terima dengan kelakuan bejat Jais, akhirnya kasus ini dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengakui benar tindakannya. Bapak dua anak ini mengaku melakukan tindakan pencabulan tersebut karena merasa kesepian, lantaran selama setahun ini ditinggal istrinya di Jakarta. Sedangkan kedua anaknya sudah memiliki rumah tangga sendiri.

Sementara, Kanit UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih mengatakan, dari hasil Visum Et Repertum pada kemaluan korban terdapat luka. “Dari pengakuan korban, pelaku sudah melakukannya berulangkali. Itu dikuatkan dari hasil visum,” kata Ipda Retno Pujiarsih.

Ipda Retno Pujiarsih menambahkan, pelaku melakukan tindakannya dengan menyertakan bujuk rayu. Misalnya dengan iming-iming memberikan uang jajan sebesar Rp 10 ribu atau Rp 15 ribu. Selain itu, juga menjanjikan akan mengajak jalan-jalan.

“Pelaku mengaku juga mengancam untuk tidak melaporkannya kepada orang tuanya. Makanya dia pun memberikan iming-iming uang jajan,” jelasnya

Hingga saat ini tersangka masih dalam proses penyidikan oleh penyidik dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung. Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) dan atau pasal 82 sub pasal 76E dan atau pasal 76D UU RI No 17 Tahun 2016 Jo UU RI No. 35 Tahun 2014 jo UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(ta1)

Keterangan gambar : Roh alias Jais, saat diperiksa petugas UPPA Satreskrim Polres Tulungagung.(ist)