width=

kakek aking3 Kakek aking 2@dakitanews Nganjuk – Satu lagi bukti amburadulnya program PSKS, kakek renta sebatangkara dengan gubuk reot dan atap bocor tak menerima bantuan PSKS. Bukti lainnya, di sejumlah desa terdapat pemotongan dana PSKS oleh oknum aparat desa setempat. Bahkan di Desa

Kakek tua itu bernama Kasmin, 89, tinggal di Desa Kemaduh Kecamatan Baron, Nganjuk, Jawa Timur. Selain rumahnya dindingnya bolong-bolong, Mbah Samin, biasa disapa warga, sehari-hari mengkonsumsi nasi aking. Menurut pengakuannya dia juga tidak mendapatkan dana PSKS.

Mbah Sarmin, adalah potret warga miskin yang tidak mendapatkan kartu program simpanan keluarga sejahtera atau PSKS. Kakek berusia 89 tahun ini mengaku sama sekali tidak pernah didatangi pengurus RT atau kelurahan, sehingga tidak menerima bantuan.

Ia tinggal seorang diri di sebuah gubuk dengan atap yang bocor. Setiap kali turun hujan, dinding rumah ikut berlubang akibat di terjang angin kencang. Tak Jarang kakek Sarmin terpaksa harus mengungsi ke tempat aman karena takut rumahnya roboh.

Ditanya tentang dirinya tentang bantuan pemerintah, kakek tua hanya menjawab datar saja , “Saya hidup sendiri sudah lama. Anak saya pergi ke Kalimantan ,Istri saya meninggal dunia. Setiap hari saya makan nasi Aking karena tidak ada yang di makan lagi. Selama ini saya juga tidak pernah mendapatkan bantuan apapun, termasuk PSKS.” terang kakek tua pada @dakitanews.com. (Jati)

Keterangan Gambar : Kakek Sarmin, yang sebatangkara dan kesehariannnya makan nasi aking saat di rumahnya