Kapolres: Pembunuhan Terhadap Penjaga Masjid di Kepuhdoko Sudah Direncanakan

873

ADAKITANEWS, Jombang – Kasus pembunuhan yang menimpa Selamet, 60, warga Desa Jatigedong Kecamatan Ploso, dipastikan oleh pihak kepolisian Polres Jombang merupakan aksi pembunuhan berencana.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto dalam pers rilisnya mengatakan bahwa tersangka pembunuhan, Aris Zainal Fatoni, 28, telah merencanakan aksi pembunuhan terhadap seorang penjaga masjid atau marbot di salah satu pondok pesantren yang ada di Desa Kepuhdoko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. “Ini merupakan kasus pembunuhan berencana,” ujar Kapolres, Selasa (31/10)

Kapolres Jombang mengatakan, pembunuhan yang direncanakan oleh tersangka tersebut bermula dari masalah utang yang melilit tersangka sebanyak Rp 2,5 juta. Dari permasalahan utang tersebut, lanjut AKBP Agung Marlianto, tersangka memikirkan untuk merampas uang korban, yang diketahui memiliki sejumlah uang dengan jumlah banyak.

“Korban yang diketahui oleh tersangka sering membawa uang dalam jumlah banyak ini, lantas tersangka terbesit untuk merampas dan melakukan pembunuhan terhadap korban. Rencana pembunuhan tersebut diawali oleh tersangka yang menyuruh dua orang yakni Haris, 19, dan B, 16, untuk menjemput korban dengan modus untuk memijit korban. Setelah memijit korban, tersangka mengajak korban untuk mencari bambu. Saat berada di lokasi tepi Sungai Brantas, tersangka langsung membunuh korban dengan parang yang ia bawa dari rumah,” papar AKBP Agung Marlianto.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa pada tubuh korban terdapat beberapa luka yang mengakibatkan Selamet meninggal dunia. “Pada kepala terdapat 6 luka dan di leher terdapat 1 luka mengangah yang mengakibatkan korban meninggal,” tandasnya.

Setelah dilakukan olah TKP, anggota Polres Jombang akhirnya berhasil membekuk tersangka dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 jam. “Dalam penangkapan tersangka, ditemukan sejumlah barang bukti yang terdapat di rumah tersangka. Yakni uang tunai sejumlah Rp 5,2 juta dan satu unit sepeda motor beserta barang bukti lainnya. Tersangka kita jerat dengan Pasal 340 dan 339 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara dua puluh tahun,” pungkas AKBP Agung Marlianto.(ar)

Keterangan gambar: Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto saat menunjukkan barang bukti pembunuhan.(foto:adi rosul)