copot kasun 2ADAKITANEWS, Jombang – Ratusan warga Dusun/Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, menggelar tasyakuran dengan cara santap tumpeng bersama di perempatan jalan Desa setempat, Kamis (22/10). Tasyakuran ini merupakan wujud syukur setelah Kepala Dusun (Kasun) yang diduga melakukan penambangan galian C illegal dipecat dari jabatannya.

Kepala Dusun Pucangsimo, Hari Setyo Widodo ,44, resmi dicopot berdasarkan hasil musyawarah desa (Musdes). Pasalnya, Kasun tersebut diduga melakukan penambangan bahan galian C illegal di desanya. Menurut Masudin, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, tasyakuran in merupakan wujud syukur warga karena Kepala Dusunnya sudah dicopot. Selanjutnya warga menunggu terbitnya Surat Keputusan (SK) pemecatan dari Kepala Desa.

“SK langsung pemberhentian bukan penonaktifan, alias pemecatan. Yang mecat itu masyarakat desa Pucangsimo semuanya, melalui ketua RT, ketua RW, BPD, dalam Musdes,” terang Masudin

Kata Masudin, sebagai konsekuensi, warga siap menghadapi jika Hari Setyo Widodo melakukan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negata (PTUN).”Kami sudah siap jika dia (Hari Setyo Widodo-red) akan melakukan gugatan,” jelasnya

Sementara, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pucangsimo, Hariyono, mendukung pencopotan Hari sebagai Kasun Pucangsimo. Bahkan dia ikut mendorong pencopotan karena warga sudah tidak menghendaki dipimpin Hari. “Kami sarankan kepada Kepala Desa untuk segera meneken SK pencopotan. Karena, dia sudah menodai desa kami dan tidak mampu memberi contoh yang baik,” jelasnya

Sebelumnya, Warga Dusun Pucangsimo marah setelah mengetahui kasunnya diduga melakukan penambangan bahan galian C illegal di desanya. Warga lantas merusak alat berat jenis backhoe yang diduga digunakan Hari beraktivitas tambang. Kasus Hari sendiri sampai sekarang masih terus diproses Polres Jombang.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : Puluhan warga dusun Pucangsimo menggelar tasyakuran dipelataran Dusun/Desa Pucangsimo Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang