copot-kasun-2-300x225ADAKITANEWS Jombang- Surat Keputusan (SK) pemberhentian Hari Setyo Widada ,44, Kepala Dusun (Kasun) Pucangsimo Desa Pucangsimo Kecamatan Bandar Kedungmulyo,Jombang resmi turun. Namun, Heri Setyo Widada enggan menandatangi berita acara penyerahan SK tersebut.

Yuliani,46, Kepala Desa Pucangsimo membacakan SK dihadapan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pucangsimo dan beberapa perwakilan warga. Selain itu, pejabat Forum Pimpinan Kecamatan jugu hadir di kantor desa setempat, Selasa (27/10).

Hanya saja ketika SK hendak diserahkan, Hari Setyo Widada justru meninggalkan kantor desa lebih dahulu. Tak urung, Kepala Desa bersama Bhabinkamtibmas serta Babinsa Pucangsimo terpaksa mengantarkan SK tersebut ke kediaman Hari. Namun yang terjadi, Hari justru menolak menandatangai Berita Acara Penyerahan SK tersebut.

“Kita sudah melalui seluruh tahapan sesuai aturan. Hasilnya terbit SK No 15 / 2015 tentang pemberhentian Hari Setyo Widada sebagai Kasun Pucangsimo. SK tersebut juga kami bacakan di hadapan BPD, perangkat desa serta beberapa perwakilan warga,” ujar Kepala Desa Pucangsimo, Yulaini, Selasa (27/10).

Terkait penolakan penandatanganan Berita Acara Penyerahan SK, Kades Yulaini menyatakan bahwa itu hak yang bersangkutan. “Kalau pak Hari tidak mau tanda tangan ya itu haknya. Yang jelas ini prosesnya sudah melalui prosedur seperti musyawarah BPD, Musdes naik ke camat dan diteruskan ke level pimpinan atas,” tambah Yulaini.

Yulaini juga menyatakan siap jika Hari mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negata (PTUN) atas pemberhentian dirinya sebagai Kasun Pucangsimo. “ Kita siap kalau pak Hari mengajukan gugatan PTUN. Soalnya ini sudah kehendak warga agar dia Hari, Red) turun dari jabatannya,” tegas Yulaini.

Hal senada juga diucapkan Camat Bandar Kedungmulyo, Hasan. Pihaknya mengaku siap jika sewaktu-waktu ada gugatan PTUN. “Hasil dari Musyawarah BPD dan Musdes, memutuskan Hari diberhentikan dari jabatannya. Warga menilai banyak tindakan yang meresahkan yang dilakukan Hari,” kata Hasan.

Sebagaiamana yang diberitakan sebelumnya, ratusan warga Dusun/Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandarkedungmulyo, menggelar tasyakuran dengan cara santap tumpeng bersama di perempatan jalan Desa setempat, Kamis (22/10). Tasyakuran ini merupakan wujud syukur setelah Kepala Dusun (Kasun) yang diduga melakukan penambangan galian C illegal dipecat dari jabatannya.(Tari/Jati)