width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Kasus dugaan korupsi yang menimpa Bupati Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman bakal dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk. Hal itu usai dimenangkannya gugatan praperadilan oleh Taufiqurrahman atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kejaksaan Tinggi Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Asis Widarto mengatakan, meski kasus dugaan korupsi Bupati Nganjuk sudah bakal diserahkan kepada pihaknya, sampai sekarang ini Kajari belum tahu isi lengkap berkas kasus tersebut. “Sampai sekarang saya juga belum mengetahui dugaan kasus tahun 2009 itu. Belum saya lihat, dan kami tidak berani bilang tidak ada. Saya teliti dulu dengan Kasi-Kasi saya,” ujarnya Rabu (08/03).

Masih kata Asis Widarto, nantinya apa yang sudah ditemukan dengan Kasi-Kasi di lingkup Kejari, terkait adanya dugaan korupsi, pihaknya berjanji pasti akan segera menindak lanjutinya lagi. “Tetapi jika tidak ada yang kami temukan di berkas-berkas yang ada di kami atau di Kejaksaan Tinggi, kami tidak berani melangkah. Dan sayapun juga akan minta petunjuk kepada yang diatas saya, Seperti ke Kejaksaan Tinggi supaya kita jalannya agar tidak salah. Jalannya juga harus sesuai dengan yang ada di aturan,” terangnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pasca ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi, aset-aset milik Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman juga semlat disita oleh KPK. Tak hanya itu, semenjak tersandung kasus, Bupati Nganjuk bahkan juga tidak pernah terlihat berada ke kantor Pemda. Setiap ada acara penting di Pendopo Kabupaten atau peresmian di lingkungan Kabupaten Nganjuk, tak pernah Bupati Nganjuk hadir. Termasuk pada Selasa (07/03) lalu, saat acara pelantikan Satgas Saber Pungli di lingkungan Kabupaten Nganjuk.(kdr6)

Keterangan gambar : Ilustrasi korupsi.(google.com)