ADAKITANEWS, Jombang – Di tengah permasalahan kasus suap jabatan yang melanda Pemerintahan Kabupaten Jombang, yang saat ini juga masih dalam penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendorong ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang untuk mengkampanyekan anti korupsi pada pemaparan Visi dan Misinya, Kamis (15/02)

Ditangkapnya Bupati Jombang non aktif yang juga sekaligus sebagai Calon Bupati Jombang dari pasangan nomor urut 2, Nyono-Subaidi oleh KPK pada, Minggu (04/02) lalu, ibarat badai yang menerpa Pemerintah Kabupaten Jombang. Terlebih lagi, kasus yang menjerat Nyono Suharli Wihandoko selaku calon Bupati Jombang di Pilkada 2018 ini, diduga hasil dari praktik suap jabatan yang juga melibatkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Inna Silestyowati untuk kepentingannya dalam pencalonan Bupati pada kontestasi Pilkada 2018.

“Uang yang diberikan IS ke NSW diduga berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak Juni 2017. Sehingga totalnya sejumlah Rp 434 juta dengan pembagian 1 persen untuk paguyuban, 1 persen untuk kepala dinas, dan 5 persen untuk Bupati. Dana yang terkumpul tersebut, IS telah menyerahkan ke NSW Rp 200 juta pada Desember 2017. Selain itu IS juga membantu penerbitan izin operasional rumah sakit swasta di Jombang dan meminta pungli lagi sebesar Rp 75 juta dan telah diserahkan ke NSW pada 1 Februari 2018. Dan diduga dana yang Rp 50 juta telah digunakan NSW untuk membayar iklan terkait rencananya maju dalam pilkada 2018. Jadi dana 50 juta itu digunakan untuk membayar iklan kampanye di sebuah media di Jombang,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif pada siaran persnya, Minggu (04/02) lalu.

Dengan badai permasalahan tersebut, terlihat ada berbagai upaya yang dilakukan oleh ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang terkait pemberantasan korupsi di Kabupaten Jombang. Hal tersebut tertuang pada rancangan program dan visi misi masing-masing paslon yang dibacakan di depan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang serta tamu undangan Rapat Paripurna Penyampaian Visi Misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang 2018 di gedung DPRD Kabupaten Jombang Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (15/02).

Pada paslon nomor urut 1, Mundjidah-Sumrambah yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PPP ini memiliki program yang mengedepankan bentuk kepemimpinan yang bersih. Hj Mundjidah Wahab selaku calon Bupati Jombang yang memiliki jargon Anti Pungli menyampaikan beberapa program di dalam visi misinya di hadapan para peserta sidang paripurna DPRD Jombang.

Salah satu dari sekian programnya yakni mewujudkan pemerintahan yang jujur dan bersih yang mengutamakan kepentingan umum dengan meningkatkan profesionalitas pegawai serta menjalankan tatanan administrasi pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kami bertekad memperjuangkan visi misi kami yaitu, bersama mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” ujar Hj Mundjidah Wahab.

Pasangan calon lainnya yakni Syafi’in-Choirul Anam juga memiliki program anti korupsi yang akan dilaksanakannya jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023. “Nyipat, alias nyimpan kami babat. Artinya anti korupsi kolusi nepotisme,” tegas Syafiin, Calon Bupati Jombang dengan nonor urut 3 yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Hanura.

Terakhir, untuk pasangan Nyono-Subaidi dengan nomor urut 2 yang diusung oleh Partai Golkar, PKB, Partai NasDem, PKS dan PAN ini, visi misinya disampaikan oleh Calon Wakil Bupatinya, Subaidi Muchtar tanpa didampingi oleh pasangannya. Hal tersebut dikarenakan Nyono Suharli Wihandoko yang menjadi Calon Bupati Jombang hingga kini masih sedang menjalankan proses hukum di KPK.

Pada pemaparan visi dan misinya kali ini, Subaidi Muchtar menyampaikan bahwa pihaknya akan menciptakan birokrasi pemerintahan yang bersih, guna mewujudkan program-programnya. “Seluruh program itu harus didukung oleh birokrasi pemerintah yang bersih, birokrasi yang cerdik dan cerdas,” beber Subaidi Muchtar.

Setelah semua paslon selesai menyampaikan visi misinya, Ketua DPRD Jombang, Joko Triono, menegaskan jika salah satu paslon terpilih nantinya, visi misi akan jadi dokumen Pemerintah Daerah.(ar)

Keterangan gambar: Calon Wakil Bupati Jombang nomor urut 2, Subaidi Muchtar saat menyampaikan visi misi tanpa didampingi oleh Calon Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko.(foto:adi rosul)