ADAKITANEWSAnggidigdo,SH . Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Nganjuk,, Nganjuk – Setelah berkas dinyatakan sudah lengkap atau P21.  Satu lagi, tersangka kasus Poliandri, Bagus Putro Prabowo (29) warga kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk,Senin (9/2).

Meski kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan, Tersangka tidak ditahan, akan tetapi ditetapkan sebagai tahanan kota oleh Kejaksaan Negeri Nganjuk. Hal ini disamakan dengan tersangka sebelumnya, Mei Marlina,35, asal Kabupaten Ngawi

Kepada adakitanews.com, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Nganjuk, Anggidigdo SH, menerangkan, Tersangka Bagus Putro Prabowo, berstatus tahanan kota, ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan tersangka lain yaitu Mei Marlina, yang juga berstatus tahanan kota. “Tersangka Bagus tahu kalau Mei marlina masih bersuami, namun Bagus mengajak Mei kawin lagi. Kini tersangka dijerat pasal 279 ayat 1 ke 2 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun,”terang Anggi saat dihubungi via ponselnya.

Ditambahkan, Kasus ini rencananya akan disidangkan sepuluh hari kedepan, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Nganjuk.

Diberitakan sebelumnya, Bagus Putro Prabowo bersama ‘isterinya’ Mei marlina,35, asal Ngawi (status tahanan kota..red), Didakwa dalam kasus penipuan pemalsuan identitas diri. Dikarenakan Marlina mengaku masih perawan meski masih punya suami serta memiliki anak empat.

Sedangkan Bagus Putro Prabowo suami Mei, sebenarnya telah mengetahui jika mei masih bersuami, karena Bagus pernah bertemu dengan suami Mei yang pertama. Namun  Bagus malah mengajak Mei kawin lagi dengannya.

Kasus Poliandri ini, pertama disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (22/4/2014) lalu, dengan terdakwa Mei Marlina,35, asal Ngawi. Yang merupakan ‘isteri’ Bagus Putro Prabowo. Kasus langka perempuan berstatus hukum memiliki dua suami ini dilaporkan Bagus Putro Prabowo,29, warga Warujayeng,Kabupaten Nganjuk ke Polres Nganjuk.

Kasus ini baru dilimpahkan ke persidangan setelah bergulir selama 8 bulan di Kepolisian dan Kejaksaan. Namun Dalam Perkembangannya, keduanya malah saling melapor. Pihak Bagus melaporkan Mei, Begitu juga Pihak Mei melaporkan Bagus.

Hingga akhirnya, keduanya di dakwa bersalah dan kini sama-sama berstatus sebagai Tahanan Kota Kejaksaan Negeri Nganjuk. (Kmto/jati)