ADAKITANEWSunduhan, Kediri – Berkas terkait kasus kekerasan belasan anak yang dilakukan oleh Sony Sandra sudah diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri. Namun, berkas dari Kepolisian ini di anggap Kejaksaan belum lengkap, sehingga dikembalikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (05/10) kemarin.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, Kejari mengembalikan berkas kasus kekerasan seksual anak kepada kepolisian. Kasus yang melibatkan pengusaha aspal hingga kini belum ada kepastian.

Benny Nugraha Kepala Seksi Pidana Umum mengatakan, hingga saat ini belum ada alat bukti yang akan dibawa ke Persidangan. “Iya belum ada itu (Alat bukti-red),” jelasnya

Lebih lanjut Benny Nugraha menjelaskan, dua mobil milik Soni Sandra dianggap bukan alat bukti untuk menjerat tersangka. Yang saat ini, lanjut Benny Nugraha, menjadi alat bukti yakni print out SMS tersangka kepada sejumlah korban. “Kami masih menunggu bukti print out pembicaraan tersangka dengan korban. Kalau mobil tidak,” terangnya

Terkait SMS tersebut, pihaknya menunggu konfirmasi penyidik kepada operator telepon. “Intinya itu pada pembicaraan Soni pada korban. Paling inti itu (SMS Soni terhadap korban-red). Namun, saat ini belum lengkap, jadi kami kembalikan kepada pihak penyidik,” jelas Benny Nugraha

Benny Nugraha belum memastikan kapan kasus Soni Sandra bisa dipersidangkan. Benny pun mengatakan, pihaknya akan melakukan persidangan jika semua alat bukti sudah lengkap. “Biar ditangani dulu sama penyidiknya. Kasus ini masih P19,” ujarnya.(zay)