Kasus SS, LPA Anggap Kejari Mengada-ada

1070

ADAKITANEWS2015-10-08_22.23.10, Kediri – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kediri menganggap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri tidak serius dalam menangani kasus seksual terhadap anak yang dilakukan Soni Sandra (SS). Pasalnya, 2 alat bukti yang diminta Kejari dianggap tidak substansif pada persoalan.

Heri Nurdianto divisi Hukum LPA Kediri menyayangkan sikap Kejari yang terus membolak-balikkan berkas SS. Padahal, menurut Heri, alat bukti yang diberikan penyidik sudah lengkap. Alat bukti yakni, hasil visum, kesaksian korban, serta petunjuk yang didapatkan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita melihat perkara yang ditangani itu perkara 81 atau perkara pemerkosaan itu dengan dua alat bukti tersebut sudah cukup,” jelasnya.

Menurut Heri Nurdiyanto, Kejari tidak serius dalam menangani kasus SS. Pasalnya, Kejari hingga saat ini terus meminta kelengkapan data yang dianggap LPA tidak substansi dari perkara yang ditangani. “Jaksa terus meminta kelengkapan data. Padahal, kami dan penyidik sepakat permintaan-permintaan jaksa itu sesuatu yang tidak substasi dari perkara yang ditangani,” jelasnya

Permintaan jaksa yang tidak substansi ini dianggap Heri Nurdiyanto,  memperlambat proses hukum. Pasalnya, SS yang sekarang masih menjadi tahanan penyidik akan berakhir pada 12 Oktober. “Masa penahanannya akan habis. Jadi, pada tanggal 12 Oktober nanti kalau berkas tidak P21 tersangka akan bebas demi hukum,” jelas Heri Nurdiyanto

Sebagaimana yang diberitakan adakitanews.com, pihak Kejari Kabupaten Kediri mengembalikan berkas kasus SS kepada penyidik untuk melengkapi data. Data tersebut yakni alat bukti berupa print out percapakan SS dengan korban melalui SMS.(zay).

Keterangan Gambar : Heri Nurdiyanto, Devisi Hukum LPA Kota Kediri. Jaksa tidak serius tangani kasus SS