Kata Psikolog Tentang Maraknya ABG Jadi Korban Pelecehan Seksual

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Akhir-akhir ini, sering terjadi kekerasan seksual kepada Anak Baru Gede di Kediri. Terkiat itu, Imron Muzakki salah satu pakar Psikolog menuturkan, ABG korban pelecehan seksual lambat laun akan menarik diri dari lingkungan dan pe2015-10-21_19.16.20rgaulannya.

Anak Baru Gede yang rata-rata masih dalam usia pertumbuhan dan labil dalam bertindak untuk menatap masa depan adalah sasaran empuk bagi para pelaku pelecehan seksual untuk menyalurkan hasrat libidonya. Selain kurangnya pengetahuan dan sempitnya wawasan terkait dampak pergaulan bebas dan bahaya penggunaan internet tanpa bimbingan orang tua, membuat para ABG yang masih berapi-api dalam menjalani hidup ingin mengerti dan melakukan banyak hal baru. Salah satu kasus yang terjadi di Kota Kediri, yakni perilaku pengusaha aspal Soni Sandra yang memakan belasan ABG menjadi korban seksual.

“Seharusnya ada pengayaan diri terhadap para ABG terkait dampak negatif dari internet dan pergaulan bebas di lingkungan dan pergaulannya,” ungkap Imron Muzakki Dosen sekaligus pakar Psikologi diruang kerjanya.

Menurut Imron Muzakki, pengayaan wawasan keilmuan seharusnya dilakukan secara otodidak oleh para ABG dan pelajar di berbagai sekolahan. Pengayaan diri tersebut, dimaksutkan sebagai langkah preventif para ABG untuk menolak ajakan apabila nantinya ada pihak yang mengajak untuk melakukan tindakan makar persetubuhan tersebut.

”Mengenai pelecehan seksual yang dilakukan tersangka(Sony Sandra-red) kami belum bisa memberikan kepastian apakah dirinya mengalami penyimpangan seksual. Karena harus melakukan tes psikologi terlebih dahulu untuk memastikan keputusan,”jelasnya.

Diakuinya, para ABG yang menjadi korban pelecehan seksual secara berangsur akan menarik diri dari lingkungan dan pergaulannya. Hal itu terjadi, karena ketidaksiapan individu (korban) dalam menghadapi kenyataan. Dalam pandangan secara keilmuan seharusnya korban mendapatkan bimbingan dari pakar psikologi dan agama untuk menatap masa depan yang lebih penting dari pada menyesali kenyataan yang sudah terjadi.

“Bimbingan secara psikologis dan agama adalah upaya penguatan mental serta memberikan pemahaman pada korban. Bahwa masa depan lebih penting dari pada menyesali suatu hal yang telah terjadi,” tuturnya.

Menurut Imron Muzakki, alasan klise secara psikologi bagi para ABG yang mau melakukan persetubuhan dengan orang dekat bahkan tidak ia kenal adalah minimnya wawasan pendidikan, keagamaan serta terjebaknya pada pergaulan bebas. Selain itu, kondisi ABG yang merasa kebutuhannya tidak terpenuhi karena berada pada tingkat keluarga garis ekonomi rendah.

“Terkadang ABG yang mau melakukan persetubuhan dengan orang yang tidak ia kenal karena kebutuhan secara ekonomi kurang tercukupi,” tutup Imron Muzakki.(blot)

Recommended For You