Kaum Sarungan, Dituntut Perdalam Kajian Kitab Kuning

2015-10-22_14.01.04ADAKITANEWS, Kota kediri- Pimpinan yayasan Al-Mahrusiyah berharap santri dan santriwati memperluas pengetahuan kitab kuning untuk berjuang membela negara dan ajaran agama. Harapan tersebut, disampaikan Reza Ahmad Zahid dalam upacara memperingati hari santri nasional yang bertepatan pada tanggal 22 Oktober dipelataran pondok. Kamis(22/10)

Yayasan pondok Al-Mahrusiyah yang berlokasi di Jl. Abdul Karim Lirboyo Kecamatan Mojoroto kota kediri , berharap kepada seluruh santri dan santriwati seIndonesia khususnya di Kediri untuk memperdalam kajian khazanah kitab Kuning. Kajian itu, untuk menghadapi kompleksnya permasalah di Kediri yang ditimbulkan karena sempitnya ilmu pengetahuan tentang kebangsaan dan wawasan global lainnya.

“Dengan banyak mempelajari kitab kuning, kita mampu memahami semua permasalah baik sosial dan keagamaan,”ungkap Reza Ahmad Zahid pada awak media.

Gus Reza sapaan akrabnya menambahkan, dahulu para kaum sarungan(santri) banyak yang turut andil dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia meskipun berbekal bambu runcing dan peralatan seadanya. Perjuangan para syuhada’ adalah cerminan yang patut ditiru oleh para santri jaman sekarang, mengingat peperangan pada era masa kini lebih banyak menggunakan ilmu pengetahuan ketimbang menggunakan bambu runcing.

“Berjuang dengan bambu runcing itu sudah kita lalui, sekarang yang lebih relevan berjuang dengan menambah khazanah pengetahuan kitab kuning dan pendidikan kebangsaan yang lebih dalam lagi,”jelas Gus Resza.

Diakuinya, dengan banyaknya ilmu pengetahuan dan luasnya wawasan bagi generasi muda di jaman ini, pihaknya yakin lambat laun bangsa Indonesia akan menorehkan prestasi yang gemilang di setiap bidang keilmuan.

“kami yakin, kalau generasi mendatang pada cerdas dan banyak pengetahuan maka prestasi mudah diraihnya disetiap bidang keilmuan,”tuturnya.

Sementara Muhammad Iqbal, santri di Yayasan Al-Mahrusiyah mengaku mendapatkan banyak manfaat setelah mengkaji kitab kuning. Selain mampu meneladani sifat para mu’allif(pengarang kitab)dirinya juga mampu membuka wawasan yang lebih cerah lagi terkait keislaman dan kebangsaan.

“Semoga pengetahuan yang didapat dari kajian kitab kuning bermanfaat buat bangsa dan agama,”terangnya.(blot)

Keterangan Gambar : Gus Reza memberikan keterangan kepada sejumlah media dalam memperingati hari santri nasional

Recommended For You