rampok pl klaten 1@dakitanews Kediri – Kawanan perampok antar daerah menyatroni sebuah rumah di Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Namun aksi kawanan perampok itu berhasil digagalkan oleh anak tuan rumah yang berhasil kabur dan meminta pertolongan warga sekitar. Dalam tempo kurang dari 8 jam, petugas kepolisian berhasil menangkap tiga dari lima angota kawanan yang beroperasi.

Informasi yang dihimpun adakitanews.com, kawanan perampok beraksi di rumah Suparti,52, pada Sabtu, (21/11) pukul 18.00 wib. Rumah Suparti didatangi dua orang laki-laki tidak dikenal. Keduanya menanyakan sertifikat tanah yang dititipkan pada korban.

Tidak lama kemudian, menyusul dua orang kawanan perampok lainnya dan menanyakan sertifikat tanah juga. Namun setelah itu, salah seorang dari mereka pergi keluar rumah. Suparti mengaku bingung dengan pertanyaan ketiga pelaku.

Tiba-tiba, salah seorang pelaku langsung membekap mulut Suparti serta mengancam dengan sebilah parang. Salah seorang perampok membekap Tya Ratnasari,17, anak bungsu korban dan dimasukan dalam kolong meja. Karena masih berulah, mulut Tya dibekap dengan tangan pelaku. Apesnya, Tya justru menggigit dan berhasil melarikan diri melalui pintu samping rumah.

Tya meminta pertolongan warga sekitar yang secara spontan berdatangan. Ketiga anggota perampok langsung kabur. Satu orang kabur melalui pintu depan dan berhasil melarikan diri dengan mobil Toyota Inova warna silver. Sementara dua anggota kawanan lainya melarikan diri melalui pintu belakang dan berlari kearah belakang rumah korban.

“Saya di kamar mendengar suara gaduh. Saat membuka pintu kamar salah seorang perampok langsung mengejar dan membekap saya. Kemudian kepala saya dibenturkan beberapa kali di meja belajar. Setelah itu jari pelaku dimasukan ke mulut saya, lalu saya gigit dan saya lari minta pertolongan tetangga,” ungkap Tya Ratnasari.

Celakanya handphon salah satu pelaku tertinggal di rumah korban, hingga pada akhirnya identitas salah seorang pelaku dapat diketahui oleh salah satu warga. Salah seorang pelaku tak lain adalah tetangga korban sendiri yang tinggal kurang lebih 100 meter dari rumah korban.

Warga yang mengetahui identitas pelaku, langsung mengepung rumah tersebut, hingga petugas kepolisian datang ke lokasi sekitar pukul 02.00 Wib. Petugas berhasil menangkap keduanya yang bersembunyi di atap rumah tersebut setelah beberapa kali dilakukan tembakan peringatan.

Keluarga korban dan warga sempat tidak terkendali emosinya hingga menghajar ketiga pelaku, namun petugas berhasil menenangkanya. Ketiganya kemudian dibawa ke Mapolres Kediri guna proses hukum lebih lanjut.

Ketiga kawanan perampok tersebut bernama Eko Budi Yulianto,30, warga Desa Pranggang Kecamatan Plosoklaten dan Nursalim,24, warga Desa/Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, serta Moch. Husen,39, warga Desa Jenteh, Kecamatan Kuanyar, Kabupaten Bangkalan.

Atas Peristiwa itu, korban berikut keluarganya mengaku trauma. Keluarga korban khawatir atas keselamatan korban. Sebab dirumah itu hanya tinggal 3 orang perempuan.

“Sampai saat ini kami sekeluarga masih trauma. Kami khawatir atas keselamatan ibu, nenek dan adik saya yang di rumah ini. Kami berharap polisi bisa melindungi kami sekeluarga,” ungkap SS,32, salah seoang anak Suparti. (gar).

Keterangan Gambar : Suasana kamar yang berantakan usai disatroni perampok antar kota