ADAKITANEWS, Blitar – Banyaknya prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) wanita saat ini, membuktikan bahwa kekuatan fisik tidak hanya dimiliki oleh kaum lelaki saja. Bahkan para prajurit wanita ini terkadang kekuatannya melebihi lelaki. Dengan kelebihan itu, apakah kemampuan para prajurit wanita ini juga diakui saat menjadi abdi keluarga?

=========

Jawabannya ada pada salah satu prajurit TNI wanita yang bertugas di Kodim 0808 Blitar. Ia adalah Serka Widya Ayu Retno Wulan, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Wanita kelahiran 2 Juni tahun 1987 ini, sekarang tinggal di Desa Gelondong RT 3/RW 7 Kelurahan Satreyan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Ia menceritakan, awal karirnya dimulai ketika dirinya baru lulus SMA YP tahun 2005, kemudian mendaftarkan diri sebagai prajurit TNI dan berhasil lolos. Sehingga pada tahun 2006, dia dilantik di Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah dan sempat bertugas sebagai staf pribadi Pangdam V di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Agus Suwitno.

“Saya punya keinginan menjadi prajurit TNI karena terinspirasi oleh orang tua saya yang juga menjadi militer. Sehingga ada dukungan dari keluarga untuk terjun menjadi militer,” kata Widya, Minggu (21/05).

Meski telah menjadi prajurit TNI, wanita berparas cantik yang akrab disapa Ayu ini tetap mampu membuktikan bahwa tugasnya menjadi abdi negara tidak mengurangi kewajibannya menjadi ibu rumah tangga. Ia pun mengaku bangga bisa menjadi bagian dari anggota TNI wanita. Meski setiap hari, harus berjibaku untuk membagi waktu dengan keluarga.

“Saya sudah menikah dan dikaruniai 1 anak. Ya sebagai seorang ibu dan istri, saya harus bisa membagi waktu dengan tugas saya sebagai prajurit. Mulai dari bangun pagi menyiapkan segala keperluan anak maupun suami saya,” jelasnya.

Awalnya, lanjut Ayu, anak saya sering menanyakan waktu untuk bermain dengannya yang sangat sedikit. Tapi dirinya terus memberikan motivasi kepada anaknya. Sehingga anaknya pun mengerti dan tidak mengeluhkannya lagi. “Dulu anak saya sempat bertanya-tanya kenapa saya jarang menunggunya saat sekolah ataupun saat bermain. Tapi saya terus berikan motivasi kepadanya,” paparnya.

Sebagai abdi negara, Ayu sering bertugas kesana kemari, mulai dari bhakti sosial maupun lainnya. Meski terkadang ia merasa berat meninggalkan keluarganya, namun ia tetap berpendirian teguh untuk mengabdi pada negara. “Saya pernah bhakti sosial saat terjadinya gunung kelud meletus. Sebenarnya berat untuk meninggalkan keluarga dalam kondisi seperti itu, tetapi ada kewajiban lain yang harus saya lakukan. Dan untungnya keluaga saya sangat mendukung profesi saya ini,” ujar Ayu.

Ayu menambahkan, meski untuk menjadi prajurit TNI wanita sangat berat, tetapi dirinya berharap ada banyak lagi wanita yang mau menjadi prajurit TNI. “Ya memang tesnya berat bagi kita seorang perempuan. Tetapi dengan keinginan yang kuat pasti bisa. Dan pastinya sebagai wanita kita tidak meninggalkan kewajiban kita terhadap keluarga,” harapnya.(blt2)

Keterangan gambar : Serka Widya Ayu Retno Wulan, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).(ist)