width=

ADAKITANEWS, Jombang – Ratusan hektare tanaman semangka di Jombang mati. Hal itu menyusul guyuran hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, dan merendam batang serta buah semangka yang telah berumur sekitar dua bulan. Akibatnya, para petani dipastikan gagal panen dan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Salah satu petani asal Desa Sidomulyo, Kaspo mengaku tamanan buah semangkanya kini tidak bisa diselamatkan lagi karena batang, akar serta buahnya membusuk usai terendam air selama beberapa hari. Kerugian yang dialaminya pun mencapai belasan juta rupiah per hektare. Sebab untuk sekali tanam, dia dan para petani lainnya membutuhkan biaya produksi, bibit dan sewa lahan sebesar Rp 14,5 juta per hektare.

“Semuanya mati. Hujan selalu tiba-tiba datang dan banjir. Akarnya nggak bisa tumbuh lagi, busuk dan nggak bisa berbuah. Mau nggak mau ya dibiarkan, sudah nggak bisa ditolong lagi,” kata Kaspo, Sabtu (15/10).

Para petani semangka yang gagal panen mengaku bakal mencabuti tanaman semangka mereka dan menggantinya dengan tanaman padi. Para petani berharap, ada bantuan dari Pemerintah bagi para petani buah semangka yang gagal panen, akibat dampak dari La Nina dan cuaca tak menentu agar mereka bisa menanami lahan mereka kembali.

Selain semangka, tanaman buah sejenis lainnya di Jombang yang juga hancur diantaranya adalah blewah, mentimun emas, golden dan melon. Seluruh buah tersebut merupakan tanaman yang cocok ditanam pada musim kering atau kemarau dan tidak terlalu membutuhkan banyak air.(Tari/Jati)

Keterangan gambar: Tanaman buah semangka di Desa Sidomulyo Kecamatan Megaluh, Jombang, membusuk setelah terendam air selama beberapa hari.