ADAKITANEWS, Sidoarjo – Utang membuat Sukistono, 50, warga Kelurahan Kalijaten Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo yang kini mengontrak di Desa Sidojangkung Kecamatan Menganti Gresik kelimpungan hingga nekat mencuri.

Aksi perdana bapak tiga anak ini ternyata tidak berjalan mulus. Bahkan kini, ia justru harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Taman usai gagal melarikan diri lantaran terlalu banyak membawa barang curian.

Kapolsek Taman, Kompol Sudjut mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di Desa Trosobo, Taman, Sabtu (05/08) sekitar pukul 03.30 WIB. “Pelaku tidak asing dengan lokasi sasarannya. Hampir satu bulan dia menjadi kuli bangunan di salah satu rumah warga,” ujarnya, Jumat (18/08).

Dengan mengendarai motor Honda Astrea bernopol L 3083 EM, Sukistono mendatangi toko sembako milik Sujarwo. Ia mengendap-endap kemudian masuk ke dalam toko, lalu mengambil belasan slop rokok di etalase. Tak hanya itu, Sukistono juga mengembat 5 tabung elpiji ukuran 3 kilogram.

Lucunya saat di atas motor, ia kebingungan mengangkut semua barang curian itu. Saat bingung menata barang curian agar bisa terbawa semua, ada warga yang melintas kemudian curiga dengan barang bawaan Sukistono. Terlebih, pintu toko sembako yang berada tidak jauh dari tempatnya menata tabung elpiji sedang dalam keadaan terbuka. Padahal, lampunya belum menyala. “Saksi berteriak maling sehingga warga berdatangan,” jelas Kompol Sudjut.

Sujarwo dan keluarganya lantas terbangun mendengar teriakan tersebut. Mereka kemudian keluar rumah dan warga memberitahu bahwa toko sembako miliknya baru saja dibobol pelaku. “Pelaku diamankan anggota yang sedang patroli. Pelaku adalah pemain baru. Modus pencuriannya tidak tertata dan justru bingung membawa barang curian,” jelasnya.

Sementara itu di hadapan penyidik, Sukistono mengaku kepepet melakukan pencurian itu. “Saya terpaksa, kepepet karena banyak utang. Upah sebagai kuli bangunan tidak mencukupi,” jelasnya.(pur)

Keterangan gambar: Tersangka Sukistono saat diamankan polisi.(foto: mus purmadani)