width=

ADAKITANEWSsosialisasi HIV~AIDS 1sosialisasi HIV~AIDS 2, Nganjuk – Kecamatan Nganjuk menempati urutan pertama jumlah pengidap Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Kabupaten Nganjuk. Hal itu disampaikan oleh Koordinator Divisi Pemberdayaan ODA, dari Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk,Trisna Eka Setyowati dalam Penyuluhan Sosial Penanganan Dampak Sosial HIV/AIDS, Kamis (26/2) di aula Kantor Kecamatan kota Nganjuk.

“Karena temuan kasus HIV di kabupaten Nganjuk ini terbanyak di wilayah Kecamatan Nganjuk, disusul wilayAh kecamatan Tanjunganom, Bagor, Loceret dan Pace,” tutur Trisna.

Trisna mengatakan, HIV hanya dapat diketahui melalui konseling dan tes HIV, Selanjutnya tes HIV sendiri dilakukan melalui pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan pasca tes HIV secara sukarela. “Hal ini dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan, rahasia dan tidak membeda-bedakan serta hasil yang berkualitas dan terjamin,” lanjutnya.

Ada beberapa cara pencegahan penularan HIV, yakni menghindari seks bebas, bersikap setia dengan pasangan masing-masing. Dan penularan HIV juga dapat dicegah dengan menggunakan kondom serta menghindari pemakaian narkoba suntik.

Selain itu education pendidikan dan penyuluhan tentang HIV/AIDS terus dilakukan serta disosialisaikan. Sebab HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja, Akan tetapi dengan perilaku Aman dan sehat, dapat mencegah dari HIV/AIDS. Di Kabupaten Nganjuk tercatat sebanyak 366 pengidap HIV/AIDS dari berbagai usia, baik dewasa maupun anak-anak.

Senada dengan Trisna, Dinas sosial Kabupaten Nganjuk, Iit Herlina menyatakan, sosialisasi dan penyuluhan pada beberbagai pihak di masyarakat merupakan upaya penceghan paling efektif untuk pencegahan penularan penyakit mematikan itu.

“Keterlibatan semua pihak di masyarakat untuk mengerti dan memahami HIV/AIDS sangat dibutuhkan. Sehingga upaya pencegahan penyakit mematikan ini dapat dilakukan secara maksimal,” ujarnya. (Kmto/jati).