ADAKITANEWSf-oleh Warga, jalan berlubang di tanami pohon, Nganjuk – Karena kesal dan kecewa dengan sikap Pemkab Nganjuk yang tak kunjung memperbaiki jalan yang rusak, Puluhan warga Dusun Pugruk Desa Pesudukuh Kecamatan Bagor tanam pohon pisang di jalan raya Gandu – Balongrejo, pada Minggu (1/2) sekira pukul 09.00 wib.

Hal ini dilakukan oleh warga, dengan harapan agar bupati nganjuk Taufiqurrahman memperhatikan kepentingan rakyatnya, yaitu bukan janji-janji namun  memperbaiki jalan yang berlubang yang merupakan jalur transportasi dan akses perekonomian warga setempat.

Diketahui, kekecewaan warga dusun pugruk desa Pesudukuh kecamatan Bagor terhadap bupati Nganjuk, sudah pada klimaknya. Karena warga hanya diberi janji-janji yang tidak kunjung terealisasi untuk memperbaiki jalan penghubung antar desa ini, wargapun meluapkan kekecewaanya dengan menanam pohon pisang di kubangan jalan yang berlubang.

Warga yang kesal dan kecewa ini, akhirnya beramai-ramai menanami kubangan jalan itu dengan pohon pisang. Dengan harapan aksi yang dilakukannya ini mendapat respon dari Pemkab Nganjuk.

“Masak sudah lama jalan berlubang kok dibiarkan saja, hingga di kubangan jalan ini sampai terdapat ikan lele,”terang Agus warga setempat.

Warga setempat terpaksa menanam pohon pisang di dua titik badan jalan dengan lubang menganga diameter 4 meter.

Kepada awak media, Kepala Desa Pesudukuh, Paryono menerangkan bahwa, sebenarnya pihak pemerintah desa pesudukuh sudah mengajukan proposal perbaikan jalan ke pemkab nganjuk melalui DPU bina marga daerah. “Namun hingga kini belum ada penangan dari dinas terkait. Bahkan sudah dua kali kita kirim ke PU Bina Marga, namun hasilnya nol,
“terang Kades paryono.

Ditambahkan Paryono, pihaknya terus di desak warga untuk memperbaiki jalan berlubang tersebut. Sebab banyak  pengguna jalan mengalami kecelakaan karena terperosok di lubang ini. Selain itu, jalan berlubang tersebut juga mengganggu perjalanan anak-anak sekolah.

Karena jalan tersebut merupakan akses ekonomi warga dan jalur transportasi sangat vital, maka  pihaknya meyampaikan ke warga, bahwa pihaknya sudah lama mengajukan proposal perbaikan jalan ke pemkab nganjuk. “Bahkan kami sudah bikin proposal dua kali. Terkhir kami membuat  Proposal yang  juga ditandatangani oleh empat kepala desa yang menggunakan jalan tersebut,”imbuh paryono.

Setelah mendapat penjelasan, kekecewaan warga terhadap bupati nganjuk kian menjadi, hingga aksi tanam pohon pisang, pagi tadi dilakukan.  (Kmto/jati)