ADAKITANEWS, Kediri – Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri mengaku saat ini tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) terkait Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, yang “dipinjam” oleh Mantan Bendahara Desa setempat, Ali Eko Sasongko, senilai Rp 294.970.000.

Jaksa Fungsional Kejari Kabupaten Kediri, Yusuf Kurniawan A mengatakan, permasalahan ini memang masih dalam proses penggalian data. Nantinya kalau sudah dalam penyidikan, pasti pihaknya segera memberitahukan ke media.

Yusuf beralasan, kalau saat ini terus diekspose, ditakutkan yang bersalah jadi punya kesempatan untuk melarikan diri. “Saya minta jangan terlalu dipublikasikan terlebih dahulu, karena masih dalam proses pengumpulan data, serta pengambilan keterangan dari yang bersangkutan,” cakapnya, Rabu (05/04) pagi.

Diketahui olehnya, permasalahan Desa Pojok ini tahapannya akan terus berjalan, dan selanjutnya jika memang nanti benar-benar terbukti bersalah, maka proses di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri akan dilanjutkan. “Nanti kalau memang sudah ditemukan 2 alat bukti yang kuat serta 2 kerangan saksi,” tegas Yusuf Kurniawan A.

Seperti diketahui sebelumnya, Mantan Bendahara Desa Pojok Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Ali Eko Sasongko memakai uang ADD tahun anggaran 2016 untuk kebutuhan pribadi. Sebelumnya ia diketahui juga sudah membuat surat pernyataan, yang isinya akan mengembalikan uang tersebut pada Senin (20/03) lalu. Namun hingga batas waktu, ia belum juga mengembalikannya.(kdr4)

Keterangan gambar : Jaksa Fungsional Kejari Kabupaten Kediri, Yusuf Kurniawan A.(foto:fasihhuddin kholili)