ADAKITANEWSKasi Pidsus Kejaksaan Negeri Nganjuk, I ketut Sudiarta, Nganjuk – Setelah menemukan petunjuk dan titik terang terkait kasus lumbung padi dan lantai jemur senilai Rp 1,96 milliar di Kantor Ketahanan Pangan (KPP) Daerah Kabupaten Nganjuk, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk mendatangkan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Senin (2/3),

“Hari ini kami memanggil empat orang sebagai saksi dalam kasus pengadaan lantai jemur dan lumbung Padi, ” ungkap I Ketut Sudiarta Kasi Pidsus Kejari Nganjuk.

Dana hibah lumbung padi dan lantai jemur di Kantor KPP Kabupaten Nganjuk, dalam pelaksanaanya diduga banyak yang menyimpang dari aturannya.

Sumber adakitanews.com menyebutkan bahwa, dana hibah tidak bisa dikerjakan oleh rekanan tau pemborong, akan tetapi harus dikerjakan secara swakelola. Namun dalam prakteknya  program lumbung padi dan lantai jemur ini dilaksanakan oleh pemborong dengan menggunakan sistem penunjukan langsung (PL), bukan dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani..

“Kami juga akan memanggil 11 rekanan yang mengerjakan proyek dengan sistem PL tersebut,” lanjut I Ketut.

Apakah sudah mengantongi calon tersangka, Ketut menjawab jika pihaknya tetap menggunakan asas praduga tak bersalah.  Akan tetapi pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti sebagai petunjuk untuk menindak lanjuti siapa yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum dalam kasus ini.

Dalam pemeriksaan siang tadi,  para saksi  disodori sekitar 20 pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada saksi yakni apakan dana hibah itu bisa dikerjakan oleh rekanan.

Hal ini mendapat jawaban dari saksi. “CV kami dapat mengerjakan proyek APBN, APBD, DAU, DAK, ” lanjut Ketut menirukan saksi.

Sementara itu, Sulkan salah satu saksi yang hadir mengatakan, kapasitasnya dimintai keterangan di kejaksaan adalah sebagai saksi,” Kami juga sudah menjawab semua pertanyaan penyidik dengan jelas” ungkapnya.

Ditambahkan Sulkan, dirinya telah mengerjakan sesuai surat perintah kerja (SPK) yang diterimanya. Masalah dana itu darimana asalnya, dia mengaku tidak tahu menahu.”Kami mendapatkan perintah mengerjakan  proyek ini dengan sistem PL, dan kami sudah mengerjakan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya.” Imbuhnya.

Hingga berita diunggah, Belum diperoleh keterangan tentang dugaan keterlibatan orang dalam di kantor KPP Nganjuk dalam kasus ini.(Kmto/jati).