20160826_142843ADAKITANEWS, Kediri – Kejaksaan Negeri Ngasem yang berlokasi di Jl. Pamenang No. 3 secara tegas menyatakan tidak menemukan bukti – bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi TP3 Kabupaten Kediri seperti yang dilaporkan oleh Khoirul Anam dan Agustianto. Pihak Kejari berharap, para pelapor dalam waktu dekat dapat bersurat kembali pada Kejaksaan Negeri Ngasem apabila ada temuan dan fakta baru terkait pelanggaran TP3 Kediri.

“Pada intinya kita tidak menemukan bukti terkait tipidkor TP3 Kediri seperti yang dilaporkan Khoirul Anam dan Agustianto tanggal 28 Juli dengan nomor surat: 036/KH-DP/02/VII/2016,” ungkap Akhmad Heru Prasetyo Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Ngasem.

Menurutnya, meskipun sempat terjadi ketegangan saat menyampaikan temuaannya pada pelapor. Pihaknya masih tetap berharap adanya bukti – bukti baru terkait pelanggaran TP3 Kediri. “Kalau ada bukti baru silahkan bersurat lagi pada Kejaksaan Negeri Ngasem,” jelasnya.

Sementara, Danan Prabandanu penasehat hukum Khoirul Anam dan Agustianto menegaskan, bahwa pihak Kejari tidak begitu dalam mengupas laporan dugaan tindak pidana korupsi TP3 Kabupaten Kediri yang dilaporkannya pada tanggal 28 Juli dengan nomor surat: 036/KH-DP/02/VII/2016. Sehingga, bukti – bukti dugaan tipidkor TP3 itu tidak dapat diungkapnya.

“Kejaksaan harus mendalami laporan ini dengan serius, biar cepat mendapatkan bukti,” terangnya, Sabtu (27/08).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihak pelapor akan mendatangkan para ahli dalam bidang tata negara sebagai pembanding temuan dari pihak Kejaksaan Negeri Ngasem. Hal itu, dimaksutkan untuk memperjelas laporan secara terang benderang.”Kita akan bermusyawarah terlebih dahulu sebelum memutuskan sang ahli tata negara, apakah Mahfud MD ataukah Yusril Izha Mahendra,” urainya. (blot)

Keterangan Gambar: Tertutup, ruang Kasi Intelijen Kejari Ngasem saat menyampaikan temuan pada pihak pelapor.(foto: iwan fahmi)